- Dalam durasi tampil selama 45 menit, mereka membawakan sekitar delapan lagu dengan aransemen yang jauh lebih bertenaga
- Isyana Sarasvati turut menampilkan visual dengan nuansa pohon yang membuat decak kagum penonton.
- Kasimyn menyumbangkan nuansa musik industrial dan elemen dance ke dalam lagu-lagu Isyana.
Suara.com - Isyana Sarasvati x Kasimyn menjadi kolaborasi apik dalam gelaran Soundrenaline 2025. Keduanya tampil di Taman Peruri, Jakarta Selatan pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Penyanyi lulusan Nanyang Academy of Fine Arts ini mengaku, kolaborasi bersama Kasimyn adalah salah satu impian besarnya yang akhirnya terwujud.
“Yes, ini adalah sebuah kolaborasi, salah satu kolaborasi idaman aku sih. Dan akhirnya bisa kejadian di tahun 2025,” ujar Isyana Sarasvati.
Kasimyn mengaku sangat tersanjung bisa bekerja sama dengan Isyana Sarasvati yang dikenal berani mendobrak batas musik pop.
"Sebenarnya saya sebelumnya tersanjung banget ya untuk bisa kerja sama Isyana," kata Kasimyn.
Baginya, Isyana Sarasvati adalah sosok musisi yang tidak ragu untuk membawa karyanya ke ranah yang lebih menantang dan tidak biasa.
"Nggak banyak yang berani nge-push pop musik ke ranah yang sangat menantang gitu,” ungkapnya.
Dalam durasi tampil selama 45 menit, mereka membawakan sekitar delapan lagu dengan aransemen yang jauh lebih bertenaga.
Isyana Sarasvati menjanjikan pertunjukan yang agresif, tidak hanya dari segi auditori tetapi juga pengalaman visual yang menggugah.
“Biasanya sudah sangat agresif kalau di panggung, ini akan lebih agresif dengan cara yang berbeda," kata pelantun Il Sogno ini.
"Jadi ini akan menyuguhkan tidak hanya secara musik tapi secara visual, secara tema dekorasi juga akan ada perbedaan sedikit yang lebih menggugahlah semoga,” tambahnya.
Kasimyn menyumbangkan nuansa musik industrial dan elemen dance ke dalam lagu-lagu Isyana yang sudah memiliki konsep kuat.
Ia mendeskripsikan hasil gubahannya sebagai sesuatu yang spekulatif dan unik, menyerupai musik masa depan yang kelam.
“Ini lebih dancy, lebih kayak, aku ada kepikiran kayak 'ini agak dangdut tapi post-apocalyptic' gitu karena bunyinya bunyi-bunyi industrial,” pungkas Kasimyn menutup percakapan.
Selain kolaborasi yang unik, konsep Soundrenaline tahun ini mengusung tema "Sana Sini Jakarta" dengan sistem multi-venue.
Penonton diajak untuk berpindah dari satu titik ke titik lain demi menikmati berbagai genre musik yang tersebar di beberapa lokasi.
“Multi-venue, multiverse. Sangat setuju. Orang jadi lebih jalan kan, dari satu panggung ke panggung lain itu lebih jalan. Terus jadi bisa menikmati berbagai macam rasa yang berbeda-beda di setiap titiknya gitu ya,” tutur pelantun lagu Lexicon tersebut.
Soundrenaline 2025 masih akan hadir hari ini sebagai penutup. Penonton juga bisa memilih beberapa District untuk dikunjungi.
Berita Terkait
-
Gebrakan Bernadya di Soundrenaline 2025: Aransemen Lagu Lawas hingga Puji Venue Unik
-
Kejutan di Soundrenaline 2025, Bilal Indrajaya dan Maudy Ayunda Rayakan Ulang Tahun di Panggung
-
Jadwal Lengkap Soundrenaline 2005 Hari Ini: Lokasi Panggung dan Penampil
-
Aksi Bernadya di Soundrenaline 2025: Aransemen Lagu Lawas hingga Puji Venue Unik
-
Soundrenaline Sana-Sini 2025 Hadir di Jakarta: Cek 3 Distrik Musik Eksklusif dan Lineup Gila-Gilaan!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan