- Aplikasi m.tix menjual tiket Gala Premiere film horor Alas Roban dengan diskon 50 persen hari ini.
- Promo eksklusif ini hanya berlaku untuk penayangan di Epicentrum XXI pada Senin, 5 Januari 2026.
- Pembeli harus transaksi minimal dua tiket di m.tix; diskon berlaku satu kali per akun, tidak termasuk admin fee.
Suara.com - Kejutan akhir tahun datang bagi para penikmat film yang ingin merasakan sensasi karpet merah.
Aplikasi m.tix resmi membuka penjualan tiket untuk Gala Premiere film horor Alas Roban tepat hari ini, Rabu, 31 Desember 2025. Tak tanggung-tanggung, penonton disuguhi potongan harga spesial alias diskon 50 persen.
Promo ini tergolong eksklusif karena hanya berlaku untuk penayangan di satu lokasi prestisius, yakni Epicentrum XXI. Tiket yang dibeli hari ini ditujukan untuk jadwal penayangan pada hari Senin, 5 Januari 2026.
Mekanisme untuk mendapatkan diskon setengah harga ini sederhana, yakni pengguna wajib melakukan pembelian minimal dua tiket dalam satu transaksi melalui aplikasi m.tix.
Saat memilih kursi dan waktu tayang, pastikan untuk menekan tombol "Use Voucher" dan memilih banner promo yang tersedia hingga muncul keterangan "Voucher Applied".
Namun, ada aturan main ketat yang wajib diperhatikan agar tidak gigit jari. Promo ini hanya berlaku satu kali per akun member selama periode berlangsung dan tidak berlaku kelipatan.
Artinya, kamu tidak bisa memborong tiket diskon berkali-kali. Selain itu, diskon 50 persen ini hanya memotong harga dasar tiket, sedangkan biaya layanan alias admin fee tetap dibebankan penuh per tiket kepada pengguna.
M.tix juga mengingatkan bahwa kuota promo ini sangat terbatas. Jika banner e-voucher tidak dapat digunakan saat transaksi, itu tandanya kuota telah habis diserbu.
Jadi, bagi kamu yang ingin menjadi saksi pertama kengerian Alas Roban di layar lebar Epicentrum, segera amankan tiketnya sekarang sebelum ludes.
Baca Juga: 1911 Revolution: Kisah Runtuhnya Dinasti Qing dan Perjuangan Sun Yat-sen, Malam Ini di Trans TV
Berita Terkait
-
Tahun Baru Cuan! War Tiket Penunggu Rumah Buto Ijo Beli 1 Gratis 1 Mulai Hari Ini
-
Anomali 2025, 4 Film Hanung Bramantyo Gagal Tembus 1 Juta Penonton
-
8 Film Tissa Biani di 2025, Ada yang Nyaris Raih 10 Juta Penonton
-
Sinopsis Once We Were Us, Film Romantis Korea Remake Us and Them yang Tayang Akhir Tahun
-
Wajib Tonton! 10 Film Terbaik 2025 Raih Rating Sempurna di Rotten Tomatoes
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Umumkan Sekuel, Ini Sinopsis Pelangi di Mars Film Sci-Fi Indonesia Pertama dengan Teknologi XR
-
Jadi Juri, Ardhito Pramono Ungkap Kriteria Icon Sejati di Audisi The Icon Indonesia
-
Review The Art of Sarah: Akting Shin Hye Sun Brilian, Tapi Plotnya Banyak Celah
-
Dianggap Pilih Kasih, Geni Faruk Tanggapi Panggilan Cucu Kesayangan untuk Anak Thariq Halilintar
-
Nonton Hemat di CGV Pakai ShopeePay, Diskon Rp20 Ribu Sampai Akhir Bulan
-
Menembus Batas Thriller, Film Lift Sajikan Aksi Silat Lidah hingga Ambisi Penguasa
-
Bibit Unggul! Pesona Baby Kaia Anak Steffi Zamora, Mata Cantiknya Curi Perhatian
-
Lagi-Lagi Petinju, Jule Diduga Pacaran dengan Mantan Jennifer Coppen dan Dinda Kirana
-
Beberkan Alasan Mau Podcast Bareng Bigmo yang Anak Koruptor, Ferry Irwandi Tuai Kritikan Pedas