Entertainment / Music
Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:13 WIB
Konser Slank yang digelar di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (4/1/2015) [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Narasi yang menyebut lagu Tak Diberi Tulang Lagi adalah milik Kuburan Band terbukti tidak benar (hoaks).
  • Nama Kuburan Band dicatut oleh akun-akun TikTok untuk menyebarkan lagu yang berisi sindiran tajam terhadap perubahan sikap politik Slank.
  • Lirik lagu tersebut menyentil Slank dengan metafora "anjing setia yang tak diberi tulang lagi" setelah 10 tahun berada di lingkaran kekuasaan.

Di negeri Sandiwara topeng mulai terlepas. Jejak digital tersimpan, layar
kecil jadi saksi bisu.

Ucapan kemarin beradu dengan laku. Apa yang ditanam kini tunggu jadi bukti.

Republik ingatan, tapi arsip tak mati. Sekarang waktu berjalan, piring tak lagi terisi.

Kesejatian diuji. Saat lapar menghampiri. Tak diberi tulang lagi, kini dia menggonggong pada tuannya sendiri.

Suara sumang pun melolong. Di negeri sandiwara topeng mulai terlepas. Jejak digital tersimpuh.

Fafa jadi syair bernyanyi, rakyat ikut sudah pasti menilai siapa yang menjadi setia sejati.

Siapa cuma pandai menjilat, hari kemarin yang usai tak diberi tulang lagi. Kini dia menggonggong pada tuannya sendiri.

Suara sumbang pun melolong di negeri sandiwara. Topeng mulai terlepas, jejak digital tersimpirnya

Slank bernyanyi lagi, Gitar tua bersuara republik Fufufafa menggema di udara nada-nada keras dari jalanan kota.

Baca Juga: Slank Gelar Sayembara Cover Lagu 'Republik Fufufafa', Tantang Slankers Unjuk Kreativitas Tanpa Batas

Cerita lama yang kini terbuka. Ada anjing setia 10 tahun lamanya membelah dan memuja tanpa tanya kenapa duduk di kaki kuasa menunggu isyarat hidup dari pujian

Dan janji yang sekarang tapi waktu berputar mangkuk tak lagi penuh, kesetiaan diuji saat lapang menyentuh

Tak diberi tulang lagi kini dia menggonggong pada tuannya sendiri suara sumbang pun melolong di negeri sandiwara

Load More