- Narasi yang menyebut lagu Tak Diberi Tulang Lagi adalah milik Kuburan Band terbukti tidak benar (hoaks).
- Nama Kuburan Band dicatut oleh akun-akun TikTok untuk menyebarkan lagu yang berisi sindiran tajam terhadap perubahan sikap politik Slank.
- Lirik lagu tersebut menyentil Slank dengan metafora "anjing setia yang tak diberi tulang lagi" setelah 10 tahun berada di lingkaran kekuasaan.
Suara.com - Grup musik Slank baru saja memicu pembicaraan hangat lewat lagu terbaru mereka, Republik Fufufafa.
Lagu tersebut menyindir kondisi sebuah negara yang dianggap haus kekuasaan serta masalah kurang gizi. Lewat karya ini, Slank dinilai kembali "bertaring" dalam mengkritisi pemerintah.
Namun, di tengah popularitas lagu tersebut, muncul sebuah lagu tandingan berjudul Tak Diberi Tulang Lagi yang viral di TikTok.
Lagu ini dinarasikan oleh beberapa akun, termasuk @pendongeng5352, sebagai lagu milik Kuburan Band yang dirilis secara spontan untuk menyerang balik Slank.
Setelah ditelusuri melalui akun media sosial resminya, Kuburan Band sama sekali tidak pernah mempromosikan atau merilis lagu tersebut.
Karya terbaru yang diperkenalkan Kuburan Band justru berjudul Ajeng, yang rilis pada 14 November 2025, jauh sebelum Slank merilis Republik Fufufafa.
Sejumlah warganet pun mulai meluruskan informasi ini. Salah satunya akun @indrauyelesmana46 yang menuliskan bahwa setelah ditelusuri di mesin pencari, lagu tersebut terbukti bukan milik Kuburan Band.
Hingga saat ini, Suara.com, masih menunggu konfirmasi resmi dari manajemen Kuburan Band terkait pencatutan nama tersebut.
Lirik Lagu Tak Diberi Tulang Lagi
Baca Juga: Slank Gelar Sayembara Cover Lagu 'Republik Fufufafa', Tantang Slankers Unjuk Kreativitas Tanpa Batas
Mana syairnya? Slank bernyanyi lagi
Gitar tua bersuara republik Fufufafa menggema di udara nada-nada keras dari jalanan kota cerita lama yang kini terbuka
Ada anjing setia 10 tahun lamanya membelah dan memuja tanpa tanya kenapa duduk di kaki kuasa menunggu
Isyarat hidup dari pujian dan janji yang sekarang
Tapi waktu berputar mangkuk tak lagi penuh kesetiaan diuji saat lapar menyentuh, tak diberi tulang lagi.
Ini dia menggonggong pada tuannya sendiri. Suara sumbang pun melolong.
Di negeri Sandiwara topeng mulai terlepas. Jejak digital tersimpan, layar
kecil jadi saksi bisu.
Ucapan kemarin beradu dengan laku. Apa yang ditanam kini tunggu jadi bukti.
Republik ingatan, tapi arsip tak mati. Sekarang waktu berjalan, piring tak lagi terisi.
Kesejatian diuji. Saat lapar menghampiri. Tak diberi tulang lagi, kini dia menggonggong pada tuannya sendiri.
Suara sumang pun melolong. Di negeri sandiwara topeng mulai terlepas. Jejak digital tersimpuh.
Fafa jadi syair bernyanyi, rakyat ikut sudah pasti menilai siapa yang menjadi setia sejati.
Siapa cuma pandai menjilat, hari kemarin yang usai tak diberi tulang lagi. Kini dia menggonggong pada tuannya sendiri.
Suara sumbang pun melolong di negeri sandiwara. Topeng mulai terlepas, jejak digital tersimpirnya
Slank bernyanyi lagi, Gitar tua bersuara republik Fufufafa menggema di udara nada-nada keras dari jalanan kota.
Cerita lama yang kini terbuka. Ada anjing setia 10 tahun lamanya membelah dan memuja tanpa tanya kenapa duduk di kaki kuasa menunggu isyarat hidup dari pujian
Dan janji yang sekarang tapi waktu berputar mangkuk tak lagi penuh, kesetiaan diuji saat lapang menyentuh
Tak diberi tulang lagi kini dia menggonggong pada tuannya sendiri suara sumbang pun melolong di negeri sandiwara
Berita Terkait
-
Ada Slank Hingga Jon Batiste! Java Jazz Festival 2026 Siap Digelar di PIK 2, Ini Bocoran Lineup-nya
-
Slank dan Bos HS Serahkan Donasi Rp500 Juta, Vespa Kaka Terjual di Angka Rp110 Juta
-
Dimeriahkan Slank hingga Happy Asmara, HS Run Lampung Jadi Lautan Manusia
-
Polemik Lagu Tak Diberi Tulang Lagi, Respons Kaka Slank Dihubungi Kuburan Band
-
Tak Diberi Tulang Lagi Dipastikan Bukan Lagu Kuburan Band
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Trump Tetapkan Tarif Baru 10 Persen Usai Kesepakatan RI-AS, Indonesia Rugi?
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Nama Wardatina Mawa Tak Disebut di Permintaan Maaf Inara Rusli, Dinilai Terlalu Gengsi
-
Tasya Farasya Bongkar Rahasia Konten Viral Spill Skincare, Dinilai Matikan Rezeki Kreator
-
Padahal Baru Ketemu, Wardatina Mawa Sebut Insanul Fahmi Fitnah Dilarang Bertemu Anak
-
Selesai Diperiksa Kasus Zina, Wardatina Mawa Mantap Gugat Cerai Insanul Fahmi
-
Perjalanan Karier Eric Dane, Bintang Greys Anatomy yang Meninggal Akibat ALS
-
Konflik Memanas, Ibu Okin Sindir Gaya Hidup 'Kumpul Kebo' Ananda Zhafira
-
Kelakuan Absurd Njan Anak Ketiga Sule, Suruh Nenek Rajin Salat hingga Guling-Guling
-
Teddy Pardiyana Ikhlas Anak Diadopsi Keluarga Sule, Syaratnya Cuma Satu
-
Dipulangkan Meski Berstatus Tersangka, Richard Lee Dikenakan Wajib Lapor
-
Tyas Penerima LPDP Banggakan Paspor WNA Dikuliti, Mertuanya Eks Pejabat Pernah Diperiksa KPK