- OJK panggil Indodax selidiki dugaan raibnya dana nasabah senilai Rp600 juta.
- Indodax klaim dana hilang akibat akses ilegal eksternal, bukan kebocoran sistem.
- Nasabah diimbau aktifkan 2FA dan waspada phishing untuk proteksi aset kripto.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi turun tangan menyikapi dugaan hilangnya dana nasabah senilai Rp600 juta di platform jual-beli aset kripto, Indodax.
Kasus yang sempat viral di media sosial ini memicu kekhawatiran publik terkait keamanan aset digital di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil manajemen Indodax untuk memfasilitasi pertemuan dan meminta klarifikasi mendalam. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penelusuran karena adanya perbedaan keterangan antara pihak nasabah dan pengurus platform.
"Kelihatannya sedang ditelusuri oleh manajemen Indodax sebetulnya terkait dengan apa. Nanti kita sampaikan kalau sudah ada kejelasan. Pengawas sudah meminta Indodax menelusuri dan memastikan tidak ada aset nasabah yang dirugikan," ujar Hasan di Gedung BEI akhir pekan lalu.
Manajemen Indodax bersikap kooperatif dan telah meminta nasabah terkait untuk melampirkan bukti pendukung. CEO Indodax, William Sutanto, memberikan klarifikasi resmi bahwa berdasarkan penelusuran awal, indikasi hilangnya dana tersebut bukan berasal dari kebocoran sistem internal Indodax.
Indodax menemukan adanya indikasi akses ilegal yang dipicu oleh faktor eksternal yang menargetkan perangkat pribadi pengguna.
"Indikasi yang muncul mengarah pada akses ilegal dari faktor eksternal, seperti phishing, malware, atau metode social engineering yang menargetkan kredensial pribadi pengguna," jelas William dalam keterangan tertulisnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Indodax berkomitmen menghubungi member yang terdampak satu per satu untuk melakukan investigasi kronologis. Perusahaan juga menegaskan akan mendampingi nasabah dalam proses penyelesaian masalah ini guna menjaga kepercayaan pasar.
Di sisi lain, Indodax kembali memperingatkan seluruh pengguna untuk memperketat keamanan mandiri, seperti mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA), menggunakan kata sandi yang kuat dan unik dan waspada terhadap tautan (link) mencurigakan dan memastikan perangkat bersih dari malware.
Baca Juga: SBN Jadi Primadona: Hasil Investasi Asuransi Melonjak 60,43%, OJK Tatap 2026 dengan Optimistis
OJK menegaskan akan terus memantau hasil investigasi internal Indodax untuk memastikan perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama dalam industri aset kripto nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!
-
Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat
-
Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang
-
Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi