Sebagai penutup dari fenomena global, Stranger Things Season 5 mengemban tanggung jawab besar untuk memberikan final yang epik.
Meski menjanjikan skala pertempuran yang megah, banyak penggemar yang justru merasa hasil akhirnya kurang memuaskan.
Berikut adalah beberapa poin yang paling ramai diperbincangkan di media sosial tentang celah mengecewakan di Stranger Things Season 5.
1. Plot Armor yang Terlalu Kuat
Penonton merasa taruhan di musim terakhir ini kurang nyata karena "kekebalan" para karakter utama.
Di tengah peperangan besar melawan ancaman mematikan, tidak ada kehilangan signifikan atau luka parah yang menimpa geng inti.
Hal ini mengurangi rasa tegang karena penonton sudah yakin bahwa pahlawan favorit mereka pasti akan selamat dari situasi sebahaya apa pun.
2. Misteri yang Tak Terjawab
Suara.com - Musim ini dianggap gagal menutup celah cerita yang sudah ada sejak lama.
Baca Juga: Top 10 Series Netflix Indonesia Akhir Desember 2025, Mens Rea Kokoh di Puncak
Banyak pertanyaan besar yang dibiarkan menggantung, seperti alasan spesifik Vecna harus menculik tepat 12 anak.
Lalu misteri hilangnya karakter Dr. Sam Owens tanpa kejelasan nasib.
Ketidakkonsistenan dunia yang sudah dibangun mendalam ini membuat banyak spekulasi penggemar berakhir sia-sia.
3. Lenyapnya Monster-Monster Ikonik
Absennya makhluk seperti Demogorgon, Demodog, dan Demobat di pertempuran final memicu kekecewaan.
Tanpa variasi monster yang dulu membuat Upside Down terasa begitu menyeramkan, skala konflik pamungkas ini dirasa lebih kecil dan kurang merepresentasikan bahaya yang selama ini digambarkan.
4. Tempo Cerita yang Tak Seimbang
Pengaturan tempo di musim kelima dinilai kurang seimbang.
Awal musim terasa terlalu lambat dalam membangun eksposisi, sementara bagian penyelesaian justru dipadatkan secara agresif.
Akibatnya, banyak momen krusial yang diputuskan secara terburu-buru tanpa memberikan ruang bagi penonton untuk merasakan dampak emosionalnya.
5. Pertarungan Melawan Vecna yang Kurang Mendalam
Sebagai antagonis utama, ekspektasi terhadap duel final melawan Vecna sangatlah tinggi.
Namun, banyak penonton merasa konfrontasi tersebut terlalu singkat dan kurang berlapis.
Strategi yang digunakan untuk mengalahkannya terasa terlalu langsung.
Hal ini menimbulkan kesan menyia-nyiakan build-up karakter Vecna yang sudah dibangun secara kompleks sejak musim sebelumnya.
6. Akhir Cerita yang Terlalu "Main Aman"
Penutupan kisah ini dianggap terlalu rapi dan manis bagi serial yang biasanya berani menggambarkan trauma mendalam.
Sebagian penonton merasa ending-nya lebih berfungsi sebagai "obat penenang" emosi ketimbang memberikan konklusi yang berani dan membekas secara dramatis.
7. Mind Flayer yang Hanya Jadi Pajangan
Nasib serupa menimpa Mind Flayer.
Sosok yang dulu mendominasi ketakutan penonton ini kini terasa hanya sebagai simbol tanpa peran fungsional yang kuat dalam konflik utama.
Bahkan, pertempuran melawan entitas raksasa ini selesai dalam sekejap, yang bagi sebagian orang terasa antiklimaks.
8. Adegan Pengakuan Will yang Kurang Pas
Momen jujur Will tentang identitas dirinya sebenarnya penting secara karakter, namun durasi dan penempatannya dianggap mengganggu alur.
Adegan ini hadir tepat saat situasi genting menuju pertempuran, sehingga memotong ketegangan cerita utama.
Banyak yang merasa timing-nya tidak tepat dan durasinya terlalu bertele-tele jika dibandingkan dengan adegan aksi penting lainnya.
Kalau kamu sendiri apakah setuju dengan poin-poin yang disebut mengecewakan dari musim terakhir Stranger Things tadi?
Kontributor : Safitri Yulikhah
Tag
Berita Terkait
-
Deretan Misteri yang Belum Terjawab Sampai Ending Stranger Things, ke Mana Eleven?
-
Sinopsis Stranger Things: Tales from 85, Spin-Off Versi Animasi
-
Beredar Deretan Judul Proyek Stranger Things Cinematic Universe, Ini Faktanya
-
5 Fakta Menarik Stranger Things: Tales from '85, Spin-off Versi Animasi di Netflix
-
Stranger Things Finale: Siapa Saja Korban Tewas dan Apa yang Terjadi dengan Eleven?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Viral Cewek Ingin Jadi LC, Langsung Dapat Nasihat Logis dan Menohok Ini
-
Piche Kota Bantah Tuduhan Asusila terhadap Anak di Bawah Umur, Siap Ikuti Proses Hukum
-
Viral Monyet Punch Dibully Monyet Lain, Pihak Kebun Binatang Angkat Suara
-
Sinopsis Sinetron 99 Nama Cinta, Samakah dengan Versi Film?
-
Review Marty Supreme, Film dengan 9 Nominasi Oscar yang Siap Tayang di Bioskop Indonesia
-
Sony Pictures Siap Garap Film Animasi Venom, Tom Hardy Jadi Produser
-
Buruan Serbu! Hari Terakhir Diskon 50 Persen Tiket Nonton di m.tix Spesial HUT BCA
-
Kisah Inspiratif Lipay Xia, dari Titik Terendah hingga Sukses di Dunia Cosplay dan E-Sport
-
Viral Video WNI di Jepang Ronda Sahur, Warganet Indonesia Ikut Minta Maaf
-
Kontroversi LPDP Berlanjut, Cindy Fatikasari Ungkap Pindah ke Kanada Tanpa Dana Negara