- How to Become a Tyrant adalah serial dokumenter Netflix yang menganalisis metode dan taktik sistematis para diktator dunia dalam meraih serta mempertahankan kekuasaan absolut.
- Serial ini menggunakan perpaduan cuplikan sejarah, animasi, dan analisis ahli untuk membongkar psikologi massa di balik kepatuhan rakyat terhadap pemimpin otoriter.
- Dokumenter ini dinarasikan oleh aktor Peter Dinklage (Game of Thrones), yang memberikan nada sarkastik dan berwibawa pada setiap pembahasannya.
Suara.com - Bagi kamu yang sedang mencari tontonan edukatif sekaligus provokatif di Netflix, How to Become a Tyrant menjadi salah satu rekomendasi utama.
Serial ini bukan sekadar narasi sejarah biasa, melainkan sebuah analisis tajam mengenai anatomi kekuasaan absolut dan bagaimana para pemimpin paling ditakuti di dunia berhasil menggenggam kendali penuh atas bangsa mereka.
How to Become a Tyrant disajikan dalam format serial non-fiksi yang menyoroti rekam jejak para diktator dan tiran yang telah mengubah peta sejarah dunia secara drastis.
Dengan gaya penyampaian yang unik, dokumenter ini menggarisbawahi metode-metode sistematis yang mereka gunakan, mulai dari penyebaran ketakutan, manipulasi media massa, hingga penggunaan "tangan besi" untuk membungkam oposisi demi mempertahankan kekuasaan.
Berbeda dengan dokumenter sejarah konvensional yang mungkin terasa kaku, serial ini menggunakan pendekatan yang lebih dinamis.
Penonton akan disuguhkan campuran visual yang menarik, mulai dari cuplikan rekaman sejarah asli (archival footage), ilustrasi animasi yang sinis namun informatif, hingga komentar mendalam dari para ahli sejarah, sosiologi, dan politik.
Kombinasi ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana seorang individu biasa bisa bertransformasi menjadi sosok yang begitu dominan dan mengerikan.
Serial ini akan melihat dengan sinis beberapa diktator dan grafik paling terkenal di dunia dan mengerikan bagaimana mereka berkuasa.
Fokus utamanya adalah membongkar "buku panduan" atau taktik yang secara konsisten diterapkan oleh para pemimpin otoriter sepanjang abad ke-20.
Baca Juga: Bikin Baper Maksimal! 4 Drama Korea Romantis Kim Seon Ho di Netflix
Beberapa nama besar yang menjadi subjek analisis dalam serial ini mencakup Adolf Hitler, Joseph Stalin, Benito Mussolini, Saddam Hussein, hingga Idi Amin.
Mengapa Rakyat Mengikuti Mereka?
Salah satu pertanyaan mendasar yang berusaha dijawab oleh dokumenter ini adalah mengenai psikologi massa, seperti bagaimana orang-orang seperti Adolf Hitler, Saddam Hussein dan Kolonel Gaddafi bisa naik ke puncak kekuasaan?
Lebih jauh lagi, serial ini mengeksplorasi fenomena sosial yang cukup kelam, yaitu mengapa orang-orang mengikuti mereka, bahkan ketika mereka melakukan hal-hal yang buruk dan tidak bisa dibenarkan?
How to Become a Tyrant melihat metode yang mereka gunakan untuk mendapatkan kendali atas para pengikut mereka. Hal ini mencakup cara mereka membangun kultus individu, menciptakan musuh bersama untuk mempersatukan rakyat dalam kebencian, hingga mengontrol arus informasi agar tidak ada kebenaran lain selain yang mereka sampaikan.
Dokumenter ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dan memuaskan rasa penasaranmu tentang mereka.
Narasi Ikonik dari Peter Dinklage
Daya tarik utama lainnya dari serial ini adalah keterlibatan aktor pemenang penghargaan, Peter Dinklage, sebagai narator. Suaranya yang berat, berwibawa, namun mengandung nada sarkasme yang tepat sangat cocok dengan atmosfer dokumenter ini.
Dinklage bukan sosok asing di industri perfilman global. Ia dikenal sebagai Tyrion Lannister di Game Of Thrones, Dr Trask di X-Men: Days of Future Past dan Eitri di Avengers: Infinity War.
Lahir di New Jersey pada tahun 1969, Dinklage belajar akting di perguruan tinggi dan penampilan film pertamanya adalah di film 1995 Living In Oblivion.
Namun, peran terobosannya adalah di The Station Agent tahun 2003, menjadi bagian dari Elf dan serial TV Threshold dan Nip/Tuck sebelum Game of Thrones pada 2009.
Berita Terkait
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
Sinopsis Sins of Kujo, Drama Hukum Jepang Terbaru Yuya Yagira di Netflix
-
Sinopsis Getih Ireng, Baru Menyusul Puncaki Daftar Terpopuler Netflix Hari Ini
-
Netflix Umumkan Jajaran Pemain Baru Wednesday Season 3: Ada Winona Ryder!
-
Wednesday Season 3 Resmi Diproduksi, Winona Ryder Masuk Jajaran Pemain
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tolak Penumpang Siswi Big Size Berujung Viral, Driver Ojol Ini Klarifikasi
-
Terseret Polemik LPDP, Alyssa Soebandono Bantah Pernah Terima Dana Negara
-
3 Tahun Alami Kekerasan, Cewek Ini Akhirnya Tempuh Jalur Hukum usai Ditendang Pacar Perkara Utang
-
Ted Lasso Season 4 Segera Tayang, Simak Sinopsis dan Daftar Pemain Terbarunya
-
Guru Honorer Jadi Tersangka Gara-Gara Rangkap Jabatan, Melanie Subono: Terus Pejabat Itu Apa?
-
Raisa Umumkan Konser Spesial Juni 2026, Pra-Registrasi Tiket Sudah Dibuka
-
Definisi Sehidup Semaling, Pasangan Ini Tetap Mesra di Kantor Polisi
-
Totalitas Tanpa Batas: Rahasia di Balik Film Terbaru Suzzanna, Bikin Luna Maya Nyaris Tenggelam
-
Resmi Diproduksi, Film Filosofi Teras Tawarkan Solusi Hidup Rasional
-
Benarkah Nizam Dianiaya Demi Tutupi Dugaan Hubungan Terlarang Ibu Tiri dengan Anak Angkat?