Suara.com - Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth merupakan memoar pribadi Aurelie Moeremans yang tengah ramai diperbincangkan publik setelah dirilis pada 10 Oktober 2025.
Melalui buku setebal 220 halaman ini, Aurelie Moeremans membawa kita kembali ke masa ketika ia masih remaja, yakni 15 tahun. Usia yang seharusnya penuh dengan lika-liku kehidupan remaja yang menyenangkan.
Namun, bagi Aurelie, masa itu justru menjadi awal dari lorong gelap tak berujung saat ia meniti karier di industri hiburan Tanah Air.
Di awal buku ini, Aurelie memberikan catatan penting bahwa memoar ini ditulis berdasarkan ingatan pribadinya di masa lampau.
Beberapa nama, tempat, serta detail identitas sengaja diubah atau dihapus demi menjaga privasi pihak-pihak terkait.
Aurelie juga mengingatkan pada pembaca bahwa fokus utama buku ini bukanlah pada siapa pelakunya, melainkan pada pemahaman tentang pola grooming yang dilakukan oleh pelaku.
Ya, buku ini menjadi ruang bagi Aurelie untuk membuka pengalaman pahitnya sebagai korban child grooming, manipulasi emosional, dan kekerasan dalam hubungan sejak usia remaja.
Aurelie menceritakan kisahnya yang bertemu dengan sosok laki-laki bernama Bobby, bukan nama sebenarnya, yang kala itu sudah berusia 29 tahun.
Pertemuan di lokasi syuting iklan menjadi awal dari proses grooming. Ia mengungkapkan bagaimana Bobby perlahan memisahkan dirinya dari teman-temannya, saudara kandungnya, bahkan orang tuanya sendiri.
Baca Juga: Berapa Harga Buku Broken Strings Versi Cetak? Segera Rilis usai Ebook-nya Viral
Laki-laki yang beda usianya lebih dari 10 tahun itu juga mengontrol cara Aurelie berpakaian, sampai membatasi komunikasinya dengan dunia luar.
Proses yang awalnya tampak seperti cinta yang melindungi ternyata adalah jeratan kontrol yang berujung pada tekanan mental yang luar biasa.
Sejak awal berpacaran dengan Bobby, Aurelie sebenarnya tidak nyaman.
Penyebabnya adalah selisih usia. Alasan itu pula yang membuat Aurelie menciptakan permakluman-permakluman.
"Ia lebih berpengalaman, lebih dewasa, sedangkan aku belum pernah benar-benar berhubungan sebelumnya. Jadi aku bilang pada diri sendiri, aku yang harus mengejar, belajar, minta maaf, jadi lebih baik. Itu jadi kebiasaan. Apa pun yang terjadi, aku yang minta maaf,"
Membangun Kesadaran Kolektif
Melalui narasi yang jujur dan reflektif tanpa adanya romantisasi, buku ini tidak hanya mengungkap penderitaan, tetapi juga proses Aurelie menyadari, berjuang, dan akhirnya melepaskan diri dari toxic relationship tersebut.
Aurelie juga memilih untuk menulis tanpa bantuan editor atau penerbit profesional, bahkan desain sampulnya dikerjakan sendiri sebagai bagian dari proses kreatif independennya.
Gaya penulisan yang lugas dan intim membuat pembaca merasa seolah terjun langsung ke pikiran dan perasaan penulis.
Meski alurnya bergerak maju-mundur, namun hal ini justru mencerminkan cara kerja ingatan traumatis yang tidak pernah rapi atau kronologis.
Aurelie membuka secara jujur pengalaman traumatis yang meliputi manipulasi emosional, pemaksaan, perundungan, pelecehan seksual, hingga kekerasan psikologis.
Hal yang paling menyentuh adalah keputusan Aurelie membagikan buku ini secara gratis dalam format PDF, dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Di saat informasi sering dikomersialkan, Aurelie memilih fokus pada tujuan yang lebih besar, yakni membangun kesadaran.
Melalui memoar berisi pengalaman pahitnya, ia ingin orangtua lebih peka terhadap tanda-tanda predator, dan anak muda mampu mengenali perhatian yang berubah menjadi manipulasi berbahaya.
Broken Strings bukan sekedar buku, melainkan pengingat bahwa harapan selalu ada bahkan di tempat tergelap sekalipun.
Aurelie membuktikan bahwa keberanian untuk berbicara tentang masa lalu dapat menjadi langkah besar menuju penyembuhan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain yang masih berjuang.
Tentunya, buku ini sangat layak dibaca oleh siapa pun yang ingin memahami lebih dalam tentang dinamika manipulatif dalam relasi, terutama kaitannya dengan anak dan remaja.
Kontributor : Anistya Yustika
Berita Terkait
-
Aurelie Moeremans Tak Pernah Lupa Perlakuan Dewi Sandra di Masa Lalu
-
Pemeran Figuran ini Diduga Ceritakan Sikap Asli Nikita Willy di Lokasi Syuting: Belagu Banget!
-
Deretan Artis yang Umumkan Kehamilan dan Kelahiran di Awal 2026
-
Rian D'Masiv Buka Suara soal Tudingan Lakukan Child Grooming, Bantah Tegas?
-
Dikaitkan dengan Buku 'Broken Strings' Aurelie Moeremans, Eza Gionino Bereaksi
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
Terkini
-
5 Film dan Series Tayang di Prime Video Maret 2026, Siren's Kiss Sampai Young Sherlock
-
Fariz RM Diam-Diam Bebas Penjara, Tak Ada yang Jemput: Kayak di Film-Film
-
Review Bridgerton Season 4 Part 2: Saat Benedict Dipaksa Memilih Cinta atau Status
-
Pentingnya Belajar Ilmu Agama, Pasutri Pamer Batal Puasa karena Lupa Mandi Junub
-
Aktivis Muhammad Husein Ungkap Tanda-Tanda Perang Sebelum Israel Bombardir Iran
-
Ferry Irwandi: Gubernur Rudy Masud Harusnya Beli Mobil Dinas Rp8,5 M Pakai Uang Sendiri
-
Lebih Bermanfaat dari Mobil Dinas Kaltim Rp8,5 M, Ini 4 Alokasi Alternatif Versi Ferry Irwandi
-
Gurita Kekuasaan Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Ketua DPRD, Walikota, Anggota DPR
-
Keluarga Virgoun Respons Kabar Lindi Fitriyana Hamil di Luar Nikah
-
Gen Halilintar Kalah, Gubernur Kaltim dan Istri 'Noni Belanda' Punya 13 Anak