Entertainment / Film
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:00 WIB
Konferensi pers series Bercinta Dengan Maut di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Serial thriller lokal "Bercinta dengan Maut" diumumkan oleh iQIYI, Telkomsel (MAXstream), dan Hitmaker Studios pada 13 Januari 2026.
  • Serial 10 episode ini akan tayang kuartal kedua 2026, dibintangi Haico Van Der Veken yang memerankan kembar identik.
  • Cerita fokus pada saudari kembar berbeda status sosial yang saling bertukar identitas untuk mengungkap misteri kematian.

Suara.com - Serial bergenre thriller berjudul Bercinta dengan Maut resmi diumumkan sebagai produksi original lokal terbaru yang akan segera hadir di Indonesia. 

Tontonan ini digadang-gadang menghadirkan ketegangan intens dengan cerita bernuansa gelap dan penuh misteri.

Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 13 Januari 2026, iQIYI menggandeng Telkomsel melalui MAXstream dan rumah produksi spesialis horor-thriller, Hitmaker Studios. 

Proyek ini menjadi tonggak sejarah baru bagi iQIYI dalam memperkuat investasinya pada ekosistem konten lokal.

Serial yang dijadwalkan tayang pada kuartal kedua tahun 2026 ini menghadirkan jajaran bintang muda papan atas, yakni Haico Van Der Veken, Maxime Bouttier, Teuku Rassya, dan Dinda Kirana

Mengusung genre drama thriller, serial berjumlah 10 episode ini menjanjikan alur cerita yang gelap, penuh misteri, dan eksplorasi karakter yang mendalam.

Konferensi pers series Bercinta Dengan Maut di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]

Sinopsis: Identitas Ganda dan Balas Dendam

"Bercinta dengan Maut" membawa premis cerita yang cukup kompleks. Kisahnya berpusat pada seorang penari tiang atau stripper bernama Raya, yang secara mengejutkan menemukan bahwa dia memiliki saudara kembar identik bernama Ana yang hidup di keluarga kaya raya.

Tragedi dimulai ketika sang kembaran meninggal secara misterius tak lama setelah mereka bersatu kembali. 

Baca Juga: 5 Outfit Paling Standout dalam Emily in Paris Season 5, Evolusi Gaya Emily Cooper di Roma

Didorong oleh rasa duka dan kecurigaan, Raya nekat mengambil identitas saudaranya untuk menyusup ke dalam keluarga tersebut. Misinya satu, yakni mengungkap rahasia kelam di balik kematian sang kembaran dan menuntut keadilan.

Rocky Soraya selaku produser dari Hitmaker Studios mengungkapkan antusiasmenya terhadap proyek ini.

"Kami merasa bangga dapat dipercaya untuk memproduksi serial original lokal pertama iQIYI di Indonesia. Bercinta dengan Maut merupakan proyek yang istimewa bagi kami, tidak hanya dari sisi cerita, tetapi juga karena kolaborasi strategis dengan iQIYI dan Telkomsel," kata Rocky kepada awak media. 

Tantangan Haico Van Der Veken Perankan Dua Karakter

Haico Van Der Veken saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]

Tantangan terbesar dalam serial ini jatuh kepada Haico Van Der Veken yang harus memerankan dua karakter sekaligus dengan kepribadian bertolak belakang, Raya dan Ana. Haico mengaku langsung tertarik saat pertama kali membaca naskahnya.

Demi mendalami peran Raya yang berprofesi sebagai stripper, aktris 23 tahun ini bahkan harus menjalani pelatihan khusus pole dancing.

"Sebenarnya di sini kan Raya tuh sebagai stripper dia pasti pole dancing kan. Jadi ya kadang aku lihat video buat jadi inspirasi. Terus di sini juga disediakan workshop jadi bisa belajar dulu," ungkap Haico. 

Dia mengakui tarian tersebut membutuhkan kekuatan fisik yang prima. 

"Untungnya aku juga olahraga, aku nge-gym, jadi kebantu dari situ. Pole dancing itu kan mainly dari core (otot inti) ya," tambahnya. 

Mengenai perbedaan karakter, Haico menjelaskan detail yang cukup signifikan antara kedua tokoh yang dimainkannya.

"Kalau Raya itu look-nya lebih kayak anak jalanan. Dia lebih loud, pembawaannya santai. Kalau ada yang nyinggung dia atau temannya, dia langsung hajar," jelasnya.

"Sedangkan Ana itu lebih kaku, dia introvert, cara bicaranya lebih pelan dan hati-hati karena dia istri pejabat," sambung Haico lagi yang mengaku secara pribadi lebih relate dengan sifat extrovert milik Raya.

Dinda Kirana dan Penggunaan Intimate Coordinator

Dinda Kirana dan Teuku Rassya saat dite mui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]

Sementara itu, Dinda Kirana akan memerankan karakter Bella, seorang aktris yang juga teman masa kecil dari karakter Aldo (diperankan oleh Maxime Bouttier). 

Dinda mendeskripsikan Bella sebagai karakter yang "rusak" dan emosional, sebuah peran yang memaksanya keluar dari zona nyaman sinetron.

"Bella ini ruang nyaman di hatinya itu sangat kosong. Dia enggak punya pegangan, jadi dia bisa lose control. Dia sangat destructive, dia pakai substance (obat-obatan), dia juga punya affair," tutur Dinda.

Menariknya, serial ini menuntut Dinda melakukan adegan intim yang cukup agresif. Namun, Dinda menegaskan bahwa proses syuting berjalan sangat aman berkat kehadiran Intimate Coordinator, sebuah standar profesional baru dalam industri perfilman untuk menjamin keamanan aktor saat adegan dewasa.

"Untungnya produksi ini sangat profesional. Jadi walaupun aku ada intimate scene, aku diarahkan dengan intimate coordinator," jelas Dinda. 

"Semua boundaries-nya di-set dari awal, jadi aku merasa nyaman dan aman. Aku ngerasa aman karena ada boundary check yang kayak 'Oh part sini red zone, terus yang ini masih boleh'," lanjutnya. 

Kembalinya Teuku Rassya dan Pendalaman Karakter

Serial ini juga menjadi ajang comeback bagi Teuku Rassya setelah sempat vakum syuting tahun lalu. Rassya berperan sebagai Ezra, seorang pengusaha F&B berusia 30 tahun yang memiliki lapisan misteri tersendiri. 

Memerankan tokoh yang lebih tua dari usia aslinya, Rassya melakukan observasi mendalam.

"Mungkin pas di awal nanti akan kelihatan bahwa karakter Ezra ini kayaknya punya misi lain. Apa sih sebenarnya tujuan dia? Kenapa sih dia ada di perkumpulan itu? Itu yang menurut aku sangat menarik," kata Rassya.

Untuk mempersiapkan diri, Rassya dan tim menjalani proses reading intensif selama dua minggu. 

"Kita coba ngulik naskahnya. Masing-masing episode scene-nya bisa sampai 70 scene. Jadi kurang lebih kita harus baca sekitar 700-an scene dan mempelajari motivasi setiap karakter," tambahnya.

Lebih lanjut, Dinesh Ratnam, Senior Managing Director for iQIYI Southeast Asia, menyebut kolaborasi ini sebagai upaya iQIYI untuk lebih relevan dengan pasar Indonesia tanpa meninggalkan identitas mereka sebagai penyedia drama Tiongkok unggulan. 

Senada dengan itu, Lesley Simpson selaku VP Digital Lifestyle Telkomsel berharap serial ini dapat melengkapi ekosistem digital MAXstream dengan konten premium.

Proses syuting "Bercinta dengan Maut" dijadwalkan mulai berjalan pada 17 Januari 2026. 

Dengan arahan sutradara yang akrab disapa Mas Dod dan naskah yang matang, serial ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi pecinta thriller di Indonesia pada pertengahan tahun ini.

Load More