- Istri Babe Cabita, Zulfati Indraloka, masih sering menerima permintaan tarif kerja sama untuk komedian yang telah berpulang.
- Beberapa oknum agensi bahkan bersikap tidak sopan dan marah karena pesan mengenai Babe Cabita tidak dibalas.
- Babe Cabita meninggal pada 9 April 2024 setelah berjuang melawan penyakit langka Anemia Aplastik.
Suara.com - Meski sosok komika jenaka Babe Cabita telah berpulang hampir dua tahun lamanya, nampaknya nama besar sang komedian masih membekas kuat di ingatan industri periklanan.
Namun, hal ini justru menyisakan cerita unik sekaligus miris bagi sang istri, Zulfati Indraloka.
Melalui unggahan di Instagram Story-nya, perempuan yang akrab disapa Zulfa ini mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan.
Hingga saat ini, ia mengaku masih sering menerima pesan dari berbagai agency yang menanyakan rate card atau tarif kerja sama untuk mendiang suaminya.
"Guys, mohon maaf nih ya buat agency yang sampai saat ini masih tanyain rate card Babe Cabita," tulis Zulfa dengan nada yang campur aduk antara heran dan lelah.
Zulfa merasa perlu memberikan teguran sekaligus pengingat karena frekuensi pesan yang masuk tidak berkurang, meski sang suami telah tiada sejak 9 April 2024 lalu.
Ironisnya, ada beberapa oknum agency yang justru bersikap tidak sopan karena merasa diabaikan.
"Saya mau mengingatkan kembali bahwa Babe Cabita sudah meninggal. Bahkan sampai ada agency yang marah-marah karena chat-nya enggak dibalas," ujarnya.
Menanggapi desakan tersebut, Zulfa pun melontarkan sindiran halus yang cukup menggelitik sekaligus menyentuh hati.
Baca Juga: Lagi Trend, Ini 5 Artis Indonesia yang Pernah Berobat ke Malaysia
Ia mengaku bingung bagaimana harus merespons permintaan kerja sama untuk seseorang yang sudah berada di alam keabadian.
"Saya lama balas karena bingung mau kasih rate yang mana. Rate yang masih hidup atau rate yang sudah meninggal?" celetuknya.
Sebagai informasi, Babe Cabita mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit langka, Anemia Aplastik.
Penyakit ini merupakan kondisi serius di mana sumsum tulang belakang berhenti memproduksi sel darah baru yang cukup untuk tubuh.
Kisah ini menjadi pengingat bagi para pelaku industri kreatif untuk lebih teliti dan memiliki empati dalam menjalin komunikasi bisnis, terutama terhadap figur publik yang telah tiada.
Di sisi lain, fenomena ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan "kehadiran" Babe Cabita yang seolah tak pernah padam di hati banyak orang.
Berita Terkait
-
Lagi Trend, Ini 5 Artis Indonesia yang Pernah Berobat ke Malaysia
-
Setahun Babe Cabita Meninggal, Istri: Ramadan Tahun Ini Terasa Berbeda
-
Okin Beberkan Kronologi Dugaan TPPU Bos Baba Rafi, Minta Rekening Koran hingga Dilaporkan Balik
-
6 Artis Pernah jadi Rekan Bisnis Hendy Setiono, Okin Lapor Polisi
-
Kaleidoskop 2024: 15 Artis Meninggal Dunia Sepanjang Tahun 2024 yang Cukup Mengejutkan Publik
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan