- Konser Slank x HS "Berani Kita Beda" di PKOR Way Halim menghasilkan donasi Rp500 juta bagi korban bencana Sumatra.
- Dana tersebut merupakan koleksi dari acara konser serta lelang barang personel Slank, termasuk Vespa Kaka senilai Rp110 juta.
- Sebelum konser, Muhammad Suryo dan Slank meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Annur senilai Rp1 miliar.
Suara.com - Hujan deras yang mengguyur kawasan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu malam (17/1/2026), tak sanggup mendinginkan semangat puluhan ribu Slankers.
Di tengah gemuruh musik dan lampu panggung yang megah, sebuah momen emosional tercipta.
Bukan sekadar konser, gelaran bertajuk Slank x HS "Berani Kita Beda" ini menjadi panggung solidaritas bagi korban bencana di Sumatera.
Momen puncak terjadi saat donasi sebesar Rp500 juta diserahkan secara simbolis di atas panggung.
Dana fantastis tersebut merupakan hasil kolektif dari rangkaian konser Slank x HS, termasuk hasil lelang barang pribadi para personel Slank yang bernilai sejarah.
Vespa kesayangan Kaka laku terjual dengan angka Rp110 juta, sementara bass milik Ivanka menyumbang Rp50 juta.
Seluruh hasil lelang dan sebagian pendapatan konser didedikasikan untuk membantu warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Ini adalah dana yang kami kumpulkan bersama dari konser dan hasil lelang. Semoga bisa bermanfaat untuk saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra yang sedang tertimpa musibah," ujar Bimbim dari balik set drumnya, disambut riuh tepuk tangan penonton.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Pimpinan HS sekaligus CEO Surya Group, Muhammad Suryo, kepada perwakilan distributor HS wilayah Sumatra.
Baca Juga: Dimeriahkan Slank hingga Happy Asmara, HS Run Lampung Jadi Lautan Manusia
"Kami turut berduka atas musibah yang terjadi. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di Sumatra," ucap Muhammad Suryo dengan nada haru.
Konser dibuka dengan energi tinggi dari deretan penampil papan atas seperti Shaggydog, Andika Kangen Band, Mahalara, Bang Taun, hingga Threesixty.
Namun, suasana benar-benar "pecah" saat Slank naik panggung sekitar pukul 22.00 WIB.
Kaka memberikan kejutan ikonik dengan memasuki panggung mengendarai Vespa, sebelum langsung menggebrak lewat lagu "I Miss U But I Hate You".
Ribuan orang pun serentak melakukan sing-along, mengubah lapangan Way Halim menjadi lautan manusia yang bernyanyi bersama.
"Terima kasih Lampung! Sudah lama Slank enggak main ke sini. Malam ini spesial bisa kembali ke Lampung," teriak Kaka di sela-sela penampilannya.
Berita Terkait
-
Dimeriahkan Slank hingga Happy Asmara, HS Run Lampung Jadi Lautan Manusia
-
Polemik Lagu Tak Diberi Tulang Lagi, Respons Kaka Slank Dihubungi Kuburan Band
-
Tak Diberi Tulang Lagi Dipastikan Bukan Lagu Kuburan Band
-
Lirik Lagu Tak Diberi Tulang Lagi: Benarkah Milik Kuburan Band untuk Lawan Slank?
-
Lirik Lagu Tak Diberi Tulang Lagi: Benarkah Milik Kuburan Band untuk Lawan Slank?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan