- Nuits de la Lecture 2026 diselenggarakan IFI dan AF pada 21–25 Januari serentak di delapan kota besar Indonesia.
- Edisi ini mengangkat tema "Kota dan Desa" untuk mengeksplorasi relasi ruang, identitas, dan imajinasi melalui sastra.
- Kegiatan meliputi diskusi, lokakarya, dan pembacaan buku, bertujuan mempromosikan membaca serta mempererat budaya Prancis–Indonesia.
Suara.com - Jaringan kebudayaan Kedutaan Besar Prancis melalui Institut français d’Indonésie (IFI) dan Alliance française (AF) kembali menggelar Nuits de la Lecture atau Malam Membaca pada 21–25 Januari 2026. Perayaan literasi berskala nasional ini akan berlangsung serentak di delapan kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Medan, dan Semarang.
Pada edisi 2026, Malam Membaca mengangkat tema “Kota dan Desa”, yang mengeksplorasi relasi antara ruang, identitas, dan imajinasi melalui karya sastra. Program ini dirancang sebagai platform pertemuan penulis, seniman, serta kreator lintas disiplin, sekaligus membuka ruang dialog budaya yang inklusif dan relevan dengan dinamika masyarakat.
Nuits de la Lecture pertama kali diluncurkan di Prancis pada 2017 oleh Kementerian Kebudayaan Prancis sebagai inisiatif global untuk menumbuhkan minat baca melalui pendekatan kreatif. Di Indonesia, jaringan kebudayaan Prancis menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pembacaan buku di ruang publik, diskusi bersama penulis, lokakarya, pertunjukan seni, hingga pemutaran film. Seluruh rangkaian acara diselenggarakan secara luring dan daring, menjangkau berbagai usia dan latar belakang.
Melalui Malam Membaca 2026, Kedutaan Besar Prancis–IFI kembali menegaskan visinya untuk mempromosikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan, dinamis, dan mudah diakses. Komitmen ini juga diperkuat melalui berbagai program literasi berkelanjutan, seperti AYO BACA!, penerjemahan karya Novel Prancis Favoritku pada tahun sebelumnya, serta peluncuran Choix Goncourt Indonesia tahun ini.
Menurut Kedutaan Besar Prancis–IFI, kerja sama di bidang buku dan literasi memiliki peran strategis dalam pendidikan, pertukaran budaya, serta pengembangan pemikiran kritis. Hal ini sejalan dengan kuatnya budaya membaca di Prancis, yang menempati peringkat keempat dunia dalam rata-rata jumlah buku yang dibaca per tahun, berdasarkan data CEOWORLD.
Salah satu rangkaian kegiatan Malam Membaca 2026 digelar di IFI Yogyakarta pada Rabu (21/1/2026) melalui Lokakarya Membaca dan Pemutaran Film Pendek. Acara ini diikuti puluhan siswa perwakilan dari SMA Negeri 9 Yogyakarta yang merupakan mitra IFI Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan pembacaan buku berjudul Mystère, yang diperkenalkan sebagai bacaan berbahasa Prancis yang ramah bagi pemula.
Para siswa juga diajak mengikuti voyage virtuel atau perjalanan virtual menjelajahi kota Marseille, Prancis, yang menjadi latar cerita dalam buku tersebut. Pendekatan ini bertujuan menghadirkan pengalaman membaca yang interaktif dan kontekstual.
Masih di hari yang sama, Malam Membaca berlanjut pada malam hari di Buku Akik, Jalan Kaliurang, Yogyakarta. Para pemerhati sastra mengikuti sesi pembacaan dan diskusi buku Indonésie lumières inouïes karya Alexis Salatko. Buku dwibahasa ini menelusuri lebih dari satu setengah abad hubungan intelektual dan budaya Prancis–Indonesia melalui sebelas potret tokoh, mulai dari penyair hingga ilmuwan, yang menemukan inspirasi di Indonesia.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah kolaborator, antara lain Putu Alit Panca, Enji Sekar, serta Muhammad Dinu Alamsyah dari Ayodi. Diskusi kemudian dilanjutkan bersama Jean Pascal Elbaz, Arsita Iswardhani, dan Shohifur Ridho’i dari Garari Performance Institute.
Baca Juga: Perpustakaan Masuk Mal, Strategi Pemkot Tingkatkan Literasi
Direktris IFI Yogyakarta, Margaux Nemmouchi, menyampaikan bahwa Malam Membaca menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk memperluas wawasan literasi lintas budaya.
“Acara ini merupakan wadah bagi para pecinta literasi yang ingin mengembangkan pengetahuannya hingga ke sastra Eropa, khususnya Prancis,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Nuits de la Lecture 2026 diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi di Indonesia sekaligus mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Prancis.
Berita Terkait
-
Wujudkan AI Inklusif, ICT Watch dan Meta Indonesia Gelar Pelatihan bagi Disabilitas Netra dan Tuli
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Belajar Hukum Lewat Komedi: Mengapa Mens Rea Lebih Kena dibanding Seminar?
-
Sabida Thaiseth, Muslimah Pertama di Kabinet Thailand yang Mengusung Wajah Baru Kebudayaan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Bantai Bali United, Herdman Klaim Timnas Indonesia Mulai Temukan Identitas Permainan
-
Mulai 1 Agustus, Makassar Tak Lagi Terima Sampah Campuran di TPA Tamangapa
-
Pemain Persib dan Persija Cetak Gol, Timnas Indonesia Bantai Bali United Jelang Piala AFF 2026
-
Drama Flower of Evil: Saat Seorang Detektif Harus Selidiki Suaminya Sendiri
-
Sampah Organik di Kota Depok Masih Menumpuk, Bisakah Maggot Menjadi Solusi?
-
Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Mudah Datangkan Pemain, Mariano Peralta Jadi Buktinya
-
Motor Listrik Nasional: Kemandirian Teknologi atau Sekadar Euforia Tukang Rakit?
-
Polda Metro Jaya Masih Analisis Berkas Laporan, Kapan Hotman Paris Dipanggil Polisi?
-
Gerindra: Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Soal Tempat Duduk Jangan Didramatisir
-
Pembangunan Sekolah Rakyat di Parigi Moutong Resmi Memasuki Tahap Lelang