Entertainment / Gosip
Selasa, 27 Januari 2026 | 16:26 WIB
Julia Prastini (YouTube/Niceguymo)
Baca 10 detik
  • Jule mengaku tidak menyesali kehadiran anak-anaknya, namun ia merasa kehilangan masa muda dan menyarankan agar tidak terburu-buru menikah.
  • Artis seperti Putri Marino dan Natasha Rizky menyoroti hilangnya momentum karier serta perasaan stagnan akibat memikul tanggung jawab domestik di usia belia.
  • Kisah Wulan Guritno dan Manohara menjadi peringatan keras akan kerentanan pernikahan dini terhadap isu KDRT, child grooming, hingga paksaan.

Di satu sisi, dia bahagia membangun keluarga, namun di sisi lain Putri merasa kariernya yang sedang meroket harus terhenti. Masa-masa awal pernikahan dan kehamilan bahkan ia sebut sebagai titik terendah dalam hidupnya.

Putri mengaku sempat takut dilupakan oleh industri yang membesarkan namanya.

Putri Marino dalam Balutan Outfit Smart Casual (Instagram/@putrimarino)

"Aku takut dilupakan. Aku takut tersaingi oleh banyak orang. Aku takut nggak bisa kembali lagi," ujarnya.

Perasaan itu membuatnya sempat menyalahkan diri sendiri karena tidak berpikir dua kali sebelum vakum dari dunia akting.

3. Natasha Rizky: Merasa Stagnan dan Kehilangan Masa Remaja

Natasha Rizky menikah dengan Desta di usia yang sangat muda, 19 tahun, keputusan yang awalnya ditentang oleh keluarganya.

Dalam beberapa kesempatan, dia sempat mencurahkan isi hatinya terkait penyesalan yang pernah terlintas. Caca, sapaannya, merasa kehilangan banyak momen berharga di masa remajanya.

Pembacaan Buku Ternyata Tanpamu oleh Natasha Rizky (Instagram/natasharizkynew)

Saat teman-teman sebayanya sibuk dengan kehidupan kampus, Natasha sudah disibukkan dengan peran sebagai istri dan ibu.

Dia juga merasa kariernya yang sedang menanjak menjadi stagnan setelah menikah. Pengalamannya menjadi cerminan tentang pentingnya kesiapan mental sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Baca Juga: Tak Pakai Hijab Lagi, Jule Ngaku Salah dan Minta Maaf ke Na Daehoon

4. Wulan Guritno: Trauma KDRT di Usia Belia

Pengalaman Wulan Guritno menjadi salah satu contoh pahit dari risiko pernikahan dini. Dia menikah untuk pertama kalinya pada usia 17 tahun dengan Attila Syach.

Pernikahan yang belum matang itu hanya bertahan sekitar empat tahun dan harus kandas karena diwarnai isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Wulan Guritno ditemui di Panglima Polim pada Kamis, 11 Desember 2025 [Suara.com/Rena Pangesti]

Pengalaman traumatis ini membuktikan betapa rentannya sebuah ikatan yang dibangun tanpa fondasi kedewasaan yang cukup.

5. Manohara Odelia Pinot: Pernikahan Paksa, Bukan Persetujuan

Kisah Manohara Odelia Pinot mungkin menjadi yang paling menyoroti sisi tergelap dari pernikahan di bawah umur.

Load More