-
Film Teman Tegar Maira: Whisper from Papua akan tayang 5 Februari 2026, membawa pesan tentang inklusivitas dan pelestarian hutan Papua.
-
Cerita berkembang dari impian sederhana Tegar melihat Cendrawasih menjadi misi penyelamatan hutan adat bersama sahabat barunya, Maira.
-
Proses syuting dilakukan di pedalaman Kaimana dengan melibatkan 70 persen kru lokal, menghadapi tantangan minim sinyal hingga adegan berenang bersama Hiu Paus.
Suara.com - Sukses menyentuh hati penonton lewat film Tegar pada 2022 lalu, rumah produksi Aksa Bumi Langit kembali menghadirkan sekuel yang lebih ambisius dan mendalam berjudul Teman Tegar Maira: Whisper from Papua.
Film yang disutradarai oleh Anggi Frisca ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 5 Februari 2026.
Tidak hanya sekadar lanjutan cerita, film ini membawa pesan kuat tentang inklusivitas, persahabatan, dan urgensi pelestarian alam.
Dalam kunjungan media ke kantor Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 26 Januari 2026, sang sutradara bersama para pemeran utama, Joan Wakum (Teh Isy), Aldifi Tegarajasa (Tegar), dan pendatang baru berbakat asal Papua, Elisabeth Sisauta (Maira), berbagi cerita di balik layar produksi yang penuh tantangan dan kehangatan.
Sinopsis: Dari Mimpi Sederhana Menjadi Misi Penyelamatan
Jika film pertama berfokus pada perjuangan Tegar, seorang anak berkebutuhan khusus yang ingin bersekolah dan memiliki teman, sekuel ini memperluas cakrawala petualangannya hingga ke ujung timur Indonesia.
Anggi Frisca menjelaskan bahwa premis awal film ini sebenarnya sederhana. Tegar memiliki impian untuk melihat burung Cendrawasih secara langsung di habitat aslinya.
Bersama Teh Isy, pendamping setianya yang memang berasal dari Papua, Tegar berangkat menyeberangi pulau. Namun, realita yang mereka temukan di sana mengubah segalanya.
"Ini perjalanan Tegar menuju Papua untuk cita-cita yang sederhana, melihat Cendrawasih. Tapi dalam perjalanannya, Tegar dan Teh Isy ketemu sama Maira. Mereka menemukan hutan yang sudah hancur. Pada akhirnya misi petualangan berubah menjadi menyelamatkan hutan," kata Anggi Frisca.
Baca Juga: Spider-Man (2002): Mahakarya Sam Raimi yang Mengubah Wajah Sinema Superhero, Malam Ini di Trans TV
Joan Wakum menambahkan bahwa inti cerita ini menyoroti keberanian anak-anak dalam menjaga masa depan mereka.
"Film ini berbicara tentang keberanian anak-anak dalam menjaga apa yang mereka sayangi. Dalam konteks film ini tuh hutan. Mereka sadar kalau hutan adalah masa depan buat anak-anak," tutur pemeran Teh Isy tersebut.
Alasan Memilih Papua dan Penemuan Bakat Elisabeth
Pemilihan Papua sebagai latar utama bukan tanpa alasan. Bagi Anggi, Papua adalah representasi paling kuat ketika berbicara tentang koneksi manusia dengan alam.
Melalui karakter Teh Isy yang dikisahkan pulang kampung, penonton diajak melihat bagaimana hutan adat menjadi benteng terakhir yang harus dijaga.
"Papua ini satu-satunya wakil ketika kita mau menyampaikan tentang hutan, tentang kecintaan kita pada alam, dan bagaimana manusia bisa bersinergi. Papua dipilih menjadi lokasi yang mewakili bahwa hutan adalah masa depan anak-anak ini," jelas Anggi.
Berita Terkait
-
Tomb Raider King: Endline Resmi Rilis, Hadir dalam Dua Format
-
Film Sekuel Solo Leveling Resmi Diproduksi, Lanjutkan Kisah usai Season 2
-
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim