Entertainment / Film
Jum'at, 30 Januari 2026 | 09:17 WIB
Don Lee, Lisa BLACKPINK, dan Lee Jin-uk sebagai pemain film Extraction: Tygo (instagram.com/netflixid)
Baca 10 detik
  • Film Extraction: Tygo yang dibintangi Lisa Blackpink mengambil lokasi syuting di Jakarta, Tangerang, Bekasi, hingga Depok.
  • Karena skala internasional dan adanya adegan ekstrem seperti ledakan, perizinan diterbitkan langsung oleh Mabes Polri dengan pengamanan super ketat.
  • Kawasan Kota Tua akan ditutup sementara untuk umum demi keamanan selama proses pengambilan adegan berbahaya hingga Maret 2026.

Suara.com - Syuting film Extraction: Tygo yang dibintangi Lisa Blackpink jalani syuting di beberapa titik di Indonesia.

Setelah Jakarta dan Tangerang, masih ada daerah lain yang dijadikan lokasi pengambilann gambar.

"Ada Jakarta, Bekasi dan Kota Depok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto dihubungi melalui pesan singkat pada Kamis (29/1/2026)

Budi menjelaskan bahwa perizinan syuting diterbitkan langsung oleh Mabes Polri. Ini karena produksi film tersebut berskala internasional.

Kata dia, bakal banyak tenaga kerja asing yang terlibat di dalam film.

"Karena melibatkan WNA dan 2 provinsi, (wilkum) PMJ dan Polda Jabar," tukasnya.

Salah satu daerah yang sudah bocor dijadikan lokasi syuting adalah kawasan bersejarah Kota Tua di Jakarta Barat.

Kanit Lantas Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, AKP Teguh A, menyatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi keramaian dengan menyiapkan rencana pengaturan jalan.

Skema rekayasa lalu lintas lanjutan pun telah disiapkan untuk pekan depan guna memastikan produksi berjalan lancar.

Baca Juga: 4 Inspirasi Makeup Look ala Lisa Blackpink untuk Kamu yang Mau Tampil Beda!

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, menambahkan informasi bahwa lokasi tersebut sebenarnya sudah beberapa kali digunakan oleh tim produksi.

Menurut pantauannya, kawasan wisata ini sudah dipakai untuk syuting sebanyak dua sampai tiga kali sebelumnya.

Denny menjelaskan alasan di balik penutupan area tersebut, mengingat adanya beberapa adegan ekstrem yang memerlukan pengamanan super ketat dari pihak keamanan dan kepolisian.

"Jadi, akan ditutup. Karena ada beberapa adegan berbahaya yang akan menjadi risiko buat yang melihat atau menonton, dan izinnya memang sudah sampai Polda juga karena adegan ledakan," ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, perizinan syuting ini berlaku untuk jangka waktu yang cukup lama.

Pihak penyelenggara mendapatkan izin mulai dari tanggal 8 Desember 2025 hingga berakhir pada 30 Maret 2026 mendatang.

Load More