Entertainment / Film
Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:45 WIB
Review Bridgerton Season 4 Part 1, Romansa Benedict dan Sophie Terlihat Menjanjikan (netflix)

Diperankan dengan penuh kehangatan oleh Yerin Ha, Sophie bukan sekadar Cinderella versi Bridgerton.

Dia tajam, rendah hati, dan memiliki harga diri yang membuat saya langsung berpihak padanya sejak awal.

Menariknya, konflik utama musim ini bukan soal apakah Benedict dan Sophie saling mencintai, melainkan apakah cinta itu punya ruang hidup di tengah jurang kelas sosial.

Benedict mencintai bayangan Lady in Silver, sementara Sophie, yang dia temui sebagai pelayan di bawah kuasa Lady Araminta Gun, harus menelan kenyataan pahit posisinya.

Dramanya pelan, nyaris senyap, tapi justru itu yang membuatnya terasa menyayat hati.

Indah Dilihat, Tapi Tidak Selalu Rapi

Review Bridgerton Season 4 Part 1, Romansa Benedict dan Sophie Terlihat Menjanjikan (netflix)

Secara visual, Bridgerton Season 4 Part 1 adalah kemunduran sekaligus kemajuan.

Kostum dan pewarnaan kembali terasa sinematik seperti Season 1, saya benar-benar terpukau oleh detail gaun, pencahayaan taman, dan suasana My Cottage yang intim.

Beberapa adegan bahkan terasa seperti lukisan hidup. Namun, saya tidak bisa menutup mata dari masalah editing.

Baca Juga: Lisa BLACKPINK Syuting Film Extraction: Tygo di Tangerang, Pintu Air 10 Bakal Mendunia

Beberapa pilihan shot terasa aneh. Mulai close-up yang terlalu dekat, pengambilan gambar drone yang kehilangan momentum emosional, dan adegan yang seharusnya kuat malah terasa terputus.

Rasanya seperti potensi besar yang tidak sepenuhnya dimanfaatkan. Untungnya, humor Bridgerton masih bekerja dengan sangat baik.

Percakapan Francesca dan Violet soal "pinnacle" alias klimaks benar-benar membuat saya tertawa terbahak.

Beberapa karakter seperti Queen Charlotte, Violet Bridgerton dan Lady Danbury sekali lagi menjadi penopang emosi dan ritme cerita.

Cerita Masih Setengah, Tapi Cukup Menjanjikan

Review Bridgerton Season 4 Part 1, Romansa Benedict dan Sophie Terlihat Menjanjikan (netflix)

Di sinilah Part 1 terasa paling problematik sekaligus menjanjikan. Pacing-nya memang lebih rapi dibanding Season 3, tetapi masih belum sepenuhnya seimbang.

Load More