- Seorang bocah SD nekat mengakhiri hidup karena merasa putus asa setelah permintaannya untuk membeli buku tulis dan pulpen tidak bisa dipenuhi karena kemiskinan.
- Korban meninggalkan surat wasiat dalam bahasa daerah yang meminta ibunya untuk ikhlas dan tidak mencari atau menangisinya.
- Tragedi ini menyoroti dampak nyata himpitan ekonomi di daerah pelosok yang mengubur mimpi pendidikan anak-anak hingga ke titik paling ekstrem.
Suara.com - Sebuah surat tulisan tangan menjadi saksi bisu berakhirnya hidup seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelajar kelas IV SD berinisial YBS ini ditemukan tak bernyawa pada Kamis, 29 Januari 2026, setelah permintaannya untuk membeli buku tulis tak mampu dipenuhi sang ibu karena himpitan ekonomi.
Tragedi ini terungkap saat warga menemukan tubuh mungil YS tergantung di sebuah pohon cengkih, hanya berjarak tiga meter dari pondok tempat tinggalnya.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sepucuk surat dalam bahasa daerah yang berisi pesan perpisahan menyayat hati untuk ibunya.
"Mama, saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya Mama. Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal Mama," tulis bocah tersebut dalam suratnya.
Kisah pilu ini bermula pada Rabu malam, sehari sebelum kejadian. YBS sempat menghampiri ibunya untuk meminta uang guna membeli buku tulis dan pulpen baru.
Namun, kondisi ekonomi yang serba sulit membuat sang ibu terpaksa menolak permintaan tersebut. Tanpa disangka, penolakan itu menjadi interaksi terakhir mereka.
Kapolres Ngada melalui pihak berwenang setempat mengonfirmasi bahwa motif tindakan nekat ini diduga kuat karena korban merasa putus asa.
Kondisi keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan menjadi latar belakang utama yang menekan mental sang anak.
Baca Juga: Mahasiswi Tewas Diduga Lompat dari Lantai 4 Gedung Kampus, Polisi Temukan Catatan Berbahasa Mandarin
"Korban ditemukan pertama kali oleh warga di kebun milik neneknya. Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan lain. Ini murni bunuh diri yang dipicu rasa kecewa dan beban pikiran korban terkait kebutuhan sekolahnya," kata pihak kepolisian dalam keterangannya.
Keseharian YBS memang jauh dari kemewahan. Dia tinggal bersama neneknya yang sudah berusia 80 tahun, sementara orangtuanya bekerja di kampung sebelah sebagai buruh tani.
Keinginan sederhana untuk memiliki alat tulis demi melanjutkan sekolah justru berakhir menjadi duka mendalam bagi warga Jerebuu.
Kasus ini menjadi tamparan keras mengenai nyata adanya dampak kemiskinan terhadap kesehatan mental anak di daerah pelosok.
Kini, surat terakhir YBS menjadi pengingat pahit bagi semua pihak bahwa di balik angka kemiskinan, ada mimpi anak-anak yang terkubur karena keterbatasan akses terhadap kebutuhan pendidikan dasar.
Berita Terkait
-
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
-
Sebelum Gantung Diri, Selebgram MJ Kepergok Tenggak Pil Satu Botol Usai Ribut Dengan Pacar
-
AFPI Tegaskan Kasus Bunuh Diri Satu Keluarga di Apartemen Jakut Bukan Karena Terlilit Pinjol
-
Cari Petunjuk dan Motif, Polisi Periksa HP Milik Satu Keluarga Tewas Melompat di Apartemen Teluk Intan
-
Fakta Mengerikan Kasus Bundir Satu Keluarga di Penjaringan: Tangan Keempatnya Terikat saat Terjun dari Rooftop Apartemen
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Legenda Laga Hollywood Chuck Norris Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
-
Aksi Artis Sambut Lebaran: BCL Masak 7 Kg Rendang, Zaskia Mecca Gelar Salat Ied Sendiri
-
Bukan Adopsi, Nagita Slavina Bongkar Alasan Baby Muhammad Ada di Rumahnya
-
Jadwal Tayang Film Spesial Lebaran di TV, Paling Banyak Trans 7
-
Dituding Pelakor, Jeni Rahmadial Finalis Puteri Indonesia Dilabrak Istri Sah di Tempat Umum
-
Broken Strings Cerita Aurelie Moeremans Jadi Korban Child Grooming Diangkat ke Layar Lebar
-
Demi Empati, Keenan Nasution Akhiri Drama Hukum dengan Almarhum Vidi Aldiano
-
Kasus Perdata Hak Royalti Lanjut, Pengacara Vidi Aldiano: Gugatan Salah Salamat
-
Lebaran Tanpa Vidi Aldiano, Keluarga Buntu Pikirkan Konsep di Hari Raya
-
Reza Arap Ngamuk Dikabarkan Dekat dengan dokter Kamelia: Siapa Lu? Gue Kagak Kenal!