Entertainment / Gosip
Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:00 WIB
Jang Hansol Blak-blakan Pernah Kritik Orang Korea Sendiri (instagram)

Suara.com - Pengakuan Jang Hansol yang kesal pada sesama orang Korea kembali disorot di tengah panasnya perang SEAblings vs Knetz di media sosial.

Warganet mengungkit pernyataan Hansol tentang tekanan sosial di Korea Selatan.

Dalam berbagai kontennya di kanal Korea Reomit, dia blak-blakan mengaku kurang nyaman dengan sebagian perilaku warga negaranya.

Hansol menyebut dirinya justru bahagia tumbuh besar di Malang, menikmati sekolah lokal dan kehidupan santai khas Jawa Timur.

Dia bahkan pernah menjadi Ketua OSIS dan menghabiskan waktu istirahat dengan bermain bola bersama teman-temannya.

Keluarganya sempat dijauhi komunitas Korea di Malang karena memilih membaur dengan warga lokal dibanding eksklusif.

Pengalaman itu membuat Hansol merasa kesal terhadap sikap tertutup sebagian warga Korea yang dinilainya terlalu menjaga jarak.

Saat kuliah di Singapura, dia juga pernah jengkel melihat mahasiswa Korea yang mengikuti program hanya demi mempercantik resume.

Baca Juga: Forum Indosarang Bikin Hansol Emosi, Minta Kedubes dan Polisi Bertindak: Semua Bilang Itu Website Sampah!

Mahasiswa tersebut disebut enggan berbaur, memilih menyendiri memakai headset, dan tidak tertarik memahami budaya setempat.

Dalam pengakuan lain, Hansol mengatakan dirinya menjalani konsultasi psikiater selama beberapa tahun akibat stres setelah pindah ke Seoul.

Dia menilai standar hidup dan ekspektasi sosial di Korea jauh lebih kaku dibanding Indonesia yang lebih santai.

Hansol juga menyoroti sistem pendidikan kompetitif yang menurutnya kurang ideal untuk membesarkan anak secara sehat.

Dia pun bercerita tentang anak atau keponakannya yang harus berjalan berjinjit agar tidak ditegur tetangga apartemen.

Insiden lain terjadi saat dia membawa bayinya di stroller dan dimarahi pria tua karena salah paham.

"Aku beberapa kali tatapan mata secara nggak sengaja, bukan tatapan mata yang cari masalah. Orangnya tiba-tiba bilang gini, 'Lihat apa kamu?'" kata Hansol.

Awalnya baik-baik saja, perasaannya mendadak berubah menjadi jengkel karena orang tersebut.

Namun dia menegaskan bahwa bukan berarti semua orang Korea jahat dan kurang ramah.

Menurut Hansol, sensitivitas berlebihan itu lahir dari tekanan sosial tinggi yang membebani masyarakat setempat.

YouTuber kelahiran Daegu, 8 Mei 1994 itu tumbuh 16 tahun di Malang sehingga fasih berbahasa Indonesia medok.

Dia menikah dengan Jeanette Ong asal Singapura pada 2022 dan kini dikaruniai putra bernama Jang Ruel.

Dalam beberapa video, dia menyebut kemungkinan pindah ke Singapura demi lingkungan yang dianggap lebih seimbang.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Load More