- Lamb of God resmi mengganti logo lama mereka karena Randy Blythe merasa fon Papyrus yang digunakan selama 20 tahun lebih mirip dengan menu restoran falafel.
- Logo baru ini akan debut di album ke-12 mereka yang rilis 13 Maret 2026, dengan tema lirik mengenai keruntuhan kontrak sosial di Amerika Serikat.
- Perubahan visual ini menandai fase baru bagi pionir metalcore tersebut, setelah perjalanan panjang kari
Suara.com - Band metal Amerika Lamb of God resmi memperkenalkan logo baru yang akan menghiasi sampul album ke-12 mereka, Into Oblivion.
Dilansir dari laman Loudersound, Senin, 16 Februari 2026, karya terbaru Randy Blythe dkk itu dilempar ke pasaran pada 13 Maret via Century Media Records dan Epic Records.
Keputusan mengganti logo ini terbilang berani mengingat mereka telah memakainya selama kurang lebih dua dekade. Alasan diubah yang terlontar dari mulut Blythe pun terbilang unik.
Dalam wawancara di Hardlore Podcast, Blythe mengaku kalau font lama bandnya sudah terasa tidak relevan.
"Jujur ya, logo kami emang perlu diganti. Itu font papirus. Kalau kami tahu 20-an tahun lalu akhirnya terlihat seperti menu restoran falafel, pasti gak akan kami pakai," ujarnya.
Dalam siniar tersebut, Blythe juga sedikit membahas mengenai album yang bakal dirilis. Menurut ia, tajuk Into Oblivion membawa pesan serius.
Into Oblivion, kata Blythe, juga sebagai refleksi kondisi sosial di Amerika Serikat saat ini.
Lebih gamblang lagi, album ke-12 ini memuat syair tentang keruntuhan kontrak sosial di negaranya, yang terjadi begitu cepat.
"Jadi hal-hal yang sekarang dianggap wajar akan membuat orang ngeri 20 tahun lalu," kata Blythe.
Baca Juga: Blak-blakan Chris Beattie Tinggalkan Hatebreed: Ini Bukan Keputusan Pribadi Gue!
Into Oblivion menjadi rilisan penuh terbaru Lamb of God sekaligus menandai era baru band, baik dari sisi musik maupun identitas visual mereka.
Profil Singkat Lamb of God
Lamb of God bisa dibilang salah satu pionir genre metalcore. Band ini lahir pada 1990 dan dulu dikenal dengan nama Burn The Priest.
Nama itu kemudian diubah usai merilis debut album yang tajuknya sama dengan nama band pada 1999.
Lamb of God saat ini dihuni Randy Blythe (vokal), Mark Morton (gitar), Willie Adler (gitar), John Campbell (bass), dan Art Cruz (drum). Drumer pertama mereka, Chris Adler, telah mengundurkan diri pada Juli 2019.
Catatan Suara.com, Lamb of God tiga kali mampir ke Indonesia. Pertama, mereka gelar konser tunggal pada 2009.
Sementara yang kedua dan ketiga, mereka tampil di Hammersonic 2015 dan 2024.
Prestasi yang diukir band ini juga tak main-main. Lamb of God pada 2007 pernah menyabet penghargaan Grammy untuk kategori Best Metal Performance atas rilisan Sacrament yang beredar pada 2006.
Berita Terkait
-
Kagumi Burgerkill dan DeadSquad, Dubes Swedia Sebut Drummer Metal Indonesia Salah Satu yang Terbaik
-
Eric Morotti Drummer Suffocation Cabut dari Band, Capek Kerja Bareng Pecandu Narkoba
-
Band Legendaris Vicious Rumors Pecat Drummer, Gara-Gara Sering Repost Meme
-
Kebut-kebutan Sampai 340 BPM, Tantangan Infernal Lamentations Merekam Revelation
-
Linkin Park Siapkan Kejutan 2 Hari Lagi, Umumkan Vokalis Baru?
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teaser Poster "Bapakmu Kiper" Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam di Film Komedi Terbaru
-
Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya
-
Momen Haru Ruben Onsu dan Igun di Tanah Suci: dari Cuaca 50 Derajat hingga Me-Time di Depan Kabah
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda
-
Boby Berliandika X Factor dan Istri Rajut Karier Musik hingga Bisnis di Tengah Gempuran Digitalisasi
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah