Entertainment / Music
Senin, 16 Februari 2026 | 20:45 WIB
Band metal Lamb of God [Instagram/lambofgod]
Baca 10 detik
  • Lamb of God resmi mengganti logo lama mereka karena Randy Blythe merasa fon Papyrus yang digunakan selama 20 tahun lebih mirip dengan menu restoran falafel.
  • Logo baru ini akan debut di album ke-12 mereka yang rilis 13 Maret 2026, dengan tema lirik mengenai keruntuhan kontrak sosial di Amerika Serikat.
  • Perubahan visual ini menandai fase baru bagi pionir metalcore tersebut, setelah perjalanan panjang kari

 

Suara.com - Band metal Amerika Lamb of God resmi memperkenalkan logo baru yang akan menghiasi sampul album ke-12 mereka, Into Oblivion.

Dilansir dari laman Loudersound, Senin, 16 Februari 2026, karya terbaru Randy Blythe dkk itu dilempar ke pasaran pada 13 Maret via Century Media Records dan Epic Records.

Keputusan mengganti logo ini terbilang berani mengingat mereka telah memakainya selama kurang lebih dua dekade. Alasan diubah yang terlontar dari mulut Blythe pun terbilang unik.

Dalam wawancara di Hardlore Podcast, Blythe mengaku kalau font lama bandnya sudah terasa tidak relevan.

"Jujur ya, logo kami emang perlu diganti. Itu font papirus. Kalau kami tahu 20-an tahun lalu akhirnya terlihat seperti menu restoran falafel, pasti gak akan kami pakai," ujarnya.

Dalam siniar tersebut, Blythe juga sedikit membahas mengenai album yang bakal dirilis. Menurut ia, tajuk Into Oblivion membawa pesan serius.

Into Oblivion, kata Blythe, juga sebagai refleksi kondisi sosial di Amerika Serikat saat ini.

Lebih gamblang lagi, album ke-12 ini memuat syair tentang keruntuhan kontrak sosial di negaranya, yang terjadi begitu cepat.

"Jadi hal-hal yang sekarang dianggap wajar akan membuat orang ngeri 20 tahun lalu," kata Blythe.

Baca Juga: Blak-blakan Chris Beattie Tinggalkan Hatebreed: Ini Bukan Keputusan Pribadi Gue!

Into Oblivion menjadi rilisan penuh terbaru Lamb of God sekaligus menandai era baru band, baik dari sisi musik maupun identitas visual mereka.

Profil Singkat Lamb of God

Lamb of God bisa dibilang salah satu pionir genre metalcore. Band ini lahir pada 1990 dan dulu dikenal dengan nama Burn The Priest.

Nama itu kemudian diubah usai merilis debut album yang tajuknya sama dengan nama band pada 1999.

Lamb of God saat ini dihuni Randy Blythe (vokal), Mark Morton (gitar), Willie Adler (gitar), John Campbell (bass), dan Art Cruz (drum). Drumer pertama mereka, Chris Adler, telah mengundurkan diri pada Juli 2019.

Catatan Suara.com, Lamb of God tiga kali mampir ke Indonesia. Pertama, mereka gelar konser tunggal pada 2009.

Sementara yang kedua dan ketiga, mereka tampil di Hammersonic 2015 dan 2024.

Prestasi yang diukir band ini juga tak main-main. Lamb of God pada 2007 pernah menyabet penghargaan Grammy untuk kategori Best Metal Performance atas rilisan Sacrament yang beredar pada 2006.

Load More