Postingan itu menuai beragam komentar dari netizen. Ada yang menyebut analoginya seram namun bikin ngakak.
Beberapa juga setuju dengan sang ustaz karena ibadah tidak layak untuk dibuat main-main.
Tambahan informasi, Muhammadiyah menentukan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.
Berbeda dengan pemerintah (Kemenag) atau Nahdlatul Ulama (NU) yang masih mensyaratkan rukyat (pengamatan mata telanjang atau teleskop), Muhammadiyah sepenuhnya mengandalkan perhitungan astronomis yang sangat presisi.
Muhammadiyah berpendapat bahwa penggunaan teknologi dan ilmu pengetahuan (hisab) adalah bentuk kemajuan peradaban.
Pergerakan benda langit saat ini sudah bisa dihitung secara matematis dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil.
Hisab dianggap lebih mampu memberikan kepastian penanggalan yang seragam bagi umat Islam di berbagai belahan dunia tanpa tergantung cuaca saat rukyat.
Sebagai perbandingan, Pemerintah Indonesia saat ini menggunakan kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan hilal minimal setinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Inilah yang sering menyebabkan perbedaan awal puasa atau Lebaran, Muhammadiyah mungkin sudah menganggap masuk bulan baru karena hilal sudah di atas 0 derajat, sementara pemerintah belum menganggapnya sah karena belum mencapai 3 derajat.
Baca Juga: 5 Takjil Murah dan Mudah Dibuat, Cocok untuk Bagi-Bagi saat Buka Puasa
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Aturan Makan di LRT, KRL, dan MRT Selama Ramadan 2026
-
Menko AHY Siapkan Strategi Mudik Lebaran 2026: Fokus Infrastruktur dan Diskon Tiket
-
5 Aksesoris Mobil yang Wajib Dimiliki agar Mudik Lebih Aman dan Nyaman
-
Baju Lebaran Ash Blue Cocok dengan Warna Apa? Ini 4 Kombinasi Terbaik untuk Hari Raya
-
Terpopuler: Hukum Minum Obat Penunda Haid agar Bisa Puasa, Asal-usul Istilah Mudik
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Bantah Hera eks ART, Erin Taulany Pastikan Anak-Anak Marah Fotonya Diposting
-
Kasus Pelanggaran Privasi Berpeluang Gugur, Erin Taulany Bikin Laporan Baru ke Hera eks ART
-
Cerita Korban Kecelakaan Bekasi Timur Didatangi Petugas KAI di Rumah
-
Sahabat Sejatiku: Lagu Penyemangat di Tengah Kondisi Pasar Modal yang Tertekan
-
Apes, Jefan Nathanio Ketiban Plafon Kamar Hotel saat Syuting Dukun Magang
-
Kabar Terbaru Lutfiana Ulfa, Perempuan yang Dinikahi Syekh Puji di Usia 12 Tahun
-
Sinopsis 5 Film Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini
-
Sinopsis Fear the Night: Pesta Lajang Diganggu Teror Mematikan, di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
Lagi Sakit Difotoin, Salman Khan Ngamuk ke Paparazzi
-
Sehari Hanya Dapat Rp8.000, Perjuangan Nenek 75 Tahun Gendong Anak Angkat Difabel Bikin Mewek