Entertainment / Gosip
Kamis, 19 Februari 2026 | 11:01 WIB
Pengakuan Berani Ratu Sofya Soal Konflik Keluarga. (Instagram/ratusfy_)

Ratu Sofya baru-baru ini menjadi pusat perhatian setelah ia memberikan pernyataan terbuka dalam podcast bersama Grace Tahir. 

Di tengah kesuksesan kariernya di dunia hiburan, Ratu secara berani membongkar tabir konflik internal yang selama ini terjadi di dalam keluarganya. 

Pengakuan ini memberikan perspektif baru tentang konflik keluarga Ratu Sofya yang sudah berlangsung cukup lama.

Berikut rangkuman pengakuan berani Ratu Sofya soal konflik keluarganya.

1. Hubungan Asmara yang Terhalang Restu

Pengakuan Berani Ratu Sofya Soal Konflik Keluarga.

Faktor utama yang memicu keretakan hubungan ini adalah asmara Ratu dengan aktor Cornelio Sunny

Keluarga Ratu menentang keras hubungan tersebut karena perbedaan usia yang cukup signifikan, yakni sekitar 20 tahun. 

Ratu mengaku sering disudutkan dan didesak untuk mengakhiri hubungan tersebut, disertai tudingan-tudingan miring yang menurutnya sangat tidak berdasar dan menyakitkan.

2. Serangan di Media Sosial dan Fitnah

Baca Juga: Ratu Sofya Akhirnya Jawab Kabar Menikah dengan Cornelio Sunny

Pengakuan Berani Ratu Sofya Soal Konflik Keluarga.

Konflik keluarga ini sayangnya tidak hanya tersimpan di ruang privat, tetapi meluap ke ranah digital. 

Ratu mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan penyebaran informasi pribadi atau doxing serta fitnah yang beredar di media sosial. 

Muncul berbagai isu negatif, mulai dari tuduhan penculikan hingga rumor kehamilan yang sama sekali tidak benar. 

Tekanan psikologis semakin berat karena ia merasa serangan-serangan tersebut justru datang dari orang-orang terdekatnya sendiri.

3. Kegagalan Komunikasi dan Ruang Bicara

Pengakuan Berani Ratu Sofya Soal Konflik Keluarga.

Ratu menekankan bahwa pangkal permasalahan juga berasal dari minimnya dialog yang konstruktif. 

Ia merasa haknya untuk memberikan penjelasan seringkali dibungkam. 

Setiap kali mencoba berdiskusi, situasi cenderung memanas menjadi perdebatan emosional sepihak. 

Ia merasa keluarganya lebih banyak melontarkan tuntutan tanpa mau mendengar perspektifnya sebagai seorang individu yang memiliki hak atas jalan hidupnya sendiri.

4. Beban Finansial sebagai Tulang Punggung

Pengakuan Berani Ratu Sofya Soal Konflik Keluarga.

Salah satu pengakuan yang paling menyentuh adalah peran Ratu sebagai tulang punggung keluarga di usia belia. 

Ia memikul tanggung jawab besar dengan membiayai pendidikan adik-adiknya dan kebutuhan rumah tangga. 

Ratu mengaku sering merasa lelah karena harus mendahulukan kepentingan keluarga di atas keinginannya sendiri. 

Ada dilema batin yang ia rasakan ketika pengorbanan finansialnya tidak dibarengi dengan dukungan emosional yang sepadan dari orang tua.

5. Prioritas Kesehatan Mental dan Mengambil Jarak

Pengakuan Berani Ratu Sofya Soal Konflik Keluarga.

Akibat akumulasi tekanan tersebut, kesehatan mental Ratu mengalami gangguan yang signifikan. 

Ia akhirnya memutuskan untuk mengambil jarak dari keluarga sebagai mekanisme perlindungan diri. 

Baginya, menjauh sejenak adalah langkah krusial untuk memulihkan kesehatan mentalnya dan berpikir jernih tanpa intimidasi. 

Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan berarti memutus ikatan kekeluargaan, melainkan upaya untuk menjaga kewarasan agar ia tetap bisa bertahan hidup dan berkembang secara mandiri.

Di lain sisi banyak juga netizen yang mendukung keluarga Ratu Sofya dan menduga jika dirinya mengalami nasib seperti Aurelie Moeremans.

Bagaimana menurutmu?

Kontributor : Safitri Yulikhah

Load More