Entertainment / Music
Senin, 23 Februari 2026 | 20:52 WIB
Drummer Vicious Rumors, Larry Howe [Instagram]
Baca 10 detik
  • Vicious Rumors resmi melepas drummer orisinal mereka, Larry Howe, akibat perbedaan pandangan politik yang ekstrem.
  • Keputusan ini diambil karena opini pribadi Howe menyebabkan pembatalan empat jadwal konser band di Eropa oleh promotor lokal.
  • Larry Howe meminta maaf atas unggahan meme yang menyinggung, namun ia mengkritik fenomena cancel culture di industri musik.

Suara.com - Unit power metal legendaris asal Amerika Serikat, Vicious Rumors, secara mengejutkan mengumumkan perpisahan dengan drummer lama mereka, Larry Howe.

Dilansir dari laman metalinjection, Senin, 23 Februari 2026, keputusan berat ini diambil menyusul kebiasaan Howe me-repost meme politik.

Band menilai perbedaan pandangan politik pribadi Howe sudah tak bisa lagi ditoleransi.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 18 Februari lalu, Vicious Rumors mengungkapkan bahwa kebiasaan Howe telah berdampak negatif pada reputasi dan operasional band.

"Sebagai sebuah band, kami tidak pernah sepakat dengan ambisi politik pribadi Larry. Meskipun sulit untuk melepas anggota orisinal, Vicious Rumors tidak bisa lagi menoleransi hukuman akibat asosiasi dari opini pribadi Larry. Pandangan tersebut tidak mencerminkan sikap band," tulis Vicious Rumors melalui media sosial mereka.

Pihak band menegaskan bahwa keputusan ini bukan tentang memihak salah satu kubu politik, melainkan murni demi kelangsungan bisnis hiburan. Pasalnya, pandangan ekstrem Howe disebut telah menyebabkan pembatalan empat jadwal konser di Eropa oleh promotor lokal.

"Vicious Rumors adalah tentang musik, bukan politik! Ketika band dihukum seberat ini dan acara live kami dibatalkan hanya karena opini satu orang, maka perubahan harus dilakukan," tambah pihak band.

Meskipun sudah resmi berpisah, Larry Howe tetap akan menyelesaikan komitmennya untuk tur The Devil's Asylum di Amerika Serikat yang berlangsung dari 25 Februari hingga 28 Maret 2026, sebelum drummer pengganti diumumkan untuk tur Eropa.

Pembelaan Larry Howe

Baca Juga: Mirip Tulisan di Menu Restoran, Logo Lamb of God Diganti

Menanggapi pemecatan tersebut, Larry Howe, yang menjuluki dirinya sebagai "rock 'n' roll patriot", memberikan pernyataan panjang lebar.

Ia menyayangkan fenomena cancel culture atau budaya pembatalan yang merambah industri musik metal.

Howe menganalogikan penggemar musik metal dengan simbol tengkorak, logo yang sering digunakan Vicious Rumors.

Menurutnya, apa pun warna kulit, rambut, atau isi pikiran seseorang, mereka semua memiliki tengkorak yang sama di bawahnya.

"Perbedaan-perbedaan itu seharusnya kita lupakan saat mendengarkan musik yang kita cintai. Musik seharusnya membawa kita pergi sejenak dari dunia yang penuh penghakiman," ujar Howe.

Ia juga mengkritik jurnalisme musik yang dianggapnya terlalu mencampuri ranah pribadi musisi.

"Saya memang mengaku bersalah karena mengunggah ulang beberapa meme yang menyinggung sebagian orang. Itu bukan niat saya dan saya dengan rendah hati meminta maaf," ungkapnya.

Load More