- Musisi hip-hop Sundanis, yang viral berkat jargon "EGP" di tahun 2025, akan rilis single baru "Bad Mood" akhir Februari.
- Sundanis menolak terjebak popularitas instan dengan merilis lagu yang jujur, ditulis cepat menangkap emosi murni.
- Single "Bad Mood" menampilkan kolaborasi dengan model Uiendha untuk memperluas spektrum emosi personal dalam karyanya.
Suara.com - Masih ingat dengan tawa ikonik dan jargon "EGP" (Emang Gue Pikirin) yang sempat merajai jagat media sosial?
Fenomena itu melambungkan nama Sundanis, musisi hip-hop asal Bandung, ke puncak viralitas.
Namun, bagi Sundanis, tawa saja tidak cukup untuk membangun sebuah legasi di industri musik.
Menjawab tantangan tersebut, Sundanis kini bersiap memasuki babak baru dalam kariernya.
Ia segera merilis single terbaru bertajuk "Bad Mood" pada akhir Februari ini.
Sebuah karya yang lahir dari kejujuran, sekaligus pembuktian bahwa dirinya bukan sekadar musisi "instan" hasil algoritma.
Setelah kesuksesan besar "EGP" di tahun 2025, Sundanis tak menampik adanya beban berat di pundaknya.
Publik seolah menuntutnya untuk mengulang formula yang sama demi mempertahankan popularitas.
Namun, alih-alih terjebak dalam zona nyaman, ia memilih jalan yang lebih berisiko namun memuaskan: kejujuran dalam berkarya.
Baca Juga: 7Dunia Hadirkan Kisah Joker Berhati Malaikat yang Viral di YouTube
"Aku menyadari, tawa viral saja enggak cukup untuk menjaga karier musik dalam jangka panjang," kata musisi yang sudah memulai debutnya sejak 2007 ini.
Dalam proses kreatif "Bad Mood", Sundanis kembali ke akarnya. Ia menulis lirik dan notasi secara spontan.
Hebatnya, lagu ini rampung hanya dalam hitungan jam.
Kecepatan ini bukan berarti asal-asalan, melainkan buah dari insting dan pengalaman panjangnya di dunia hip-hop.
Bagi Sundanis, proses yang cepat justru menangkap kemurnian emosi tanpa terlalu banyak polesan yang dibuat-buat.
Ada yang berbeda dalam single kali ini. Sundanis merasa "Bad Mood" membutuhkan sentuhan perspektif perempuan agar emosi yang disampaikan lebih berwarna.
Pilihan pun jatuh kepada Uiendha, seorang model asal Bandung.
Kolaborasi ini diakui Sundanis bukan sekadar gimmick untuk menarik perhatian. Ia mencari koneksi yang kuat agar lagu ini terasa lebih hidup.
"Harus ada chemistry agar lagunya terasa menyatu sempurna," imbuhnya.
Hasilnya, perpaduan vokal dan energi keduanya memberikan spektrum emosional yang lebih luas dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Jika "EGP" dikenal sebagai lagu yang merayakan sikap cuek, "Bad Mood" hadir dengan nuansa yang lebih personal.
Lewat lagu ini, Sundanis ingin menunjukkan sisi eksploratifnya sebagai musisi yang mampu menyentuh berbagai suasana hati.
Ia berhasil mengubah energi negatif dari "suasana hati yang buruk" menjadi sebuah karya yang tetap asyik dinikmati dan memberikan dampak positif bagi pendengarnya.
Sundanis bukanlah pemain baru. Sejak 2007, ia konsisten mengusung aliran musik hip-hop yang dipadukan dengan unsur etnik Sunda, baik dari segi instrumen maupun bahasa.
Karakteristik inilah yang membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati penggemar musik Tanah Air.
Dengan rilisnya "Bad Mood" di penghujung Februari, Sundanis menegaskan bahwa ia siap berevolusi.
Ia bukan lagi sekadar kreator di balik tawa viral, melainkan seorang musisi yang terus tumbuh, bereksperimen, dan tetap relevan dengan keseharian pendengarnya.
Berita Terkait
-
7Dunia Hadirkan Kisah Joker Berhati Malaikat yang Viral di YouTube
-
Abella Warnai Musik Anak Indonesia Lewat Single Debut Tick Tock
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Kekuatan Manifestasi Shanty: Dari Jurnal Pribadi hingga Single Terbaru, I Do
-
Tatap 2026, ILHOON Siap Gebrak Panggung Musik dengan Album Baru dan Konser Solo Maedup
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Reuni Para Bintang di Laut Bercerita: Reza Rahadian Tetap Biru Laut, Dian Sastrowardoyo Ganti Peran
-
Wednesday Season 3 Resmi Diproduksi, Winona Ryder Masuk Jajaran Pemain
-
Tak Tayang Lebaran, Ini 5 Hal Menarik yang Perlu Diketahui Soal Ghost in The Cell Karya Joko Anwar
-
Profil Lindi Fitriyana Calon Istri Virgoun, Ternyata Pemain Sinetron!
-
Syuting Film Terbaru Joko Anwar di Penjara, Tora Sudiro: Karena Gue Berpengalaman?
-
Jejak Spiritual Sinead O'Connor: Tukang Protes Gereja hingga Masuk Islam
-
Puasa Sendirian di Tengah Badai Perceraian, Insanul Fahmi Tak Mau Menyerah Rujuk dari Mawa
-
Nia Ramadhani Mendadak Harus Operasi, Sakit Apa?
-
Komentari Kasus LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Sabrina Chairunnisa Ingatkan Bahaya Pamer di Medsos
-
Berat Badan Naik Drastis, Tina Toon Sempat Tak Percaya Diri Sampai Pilih Rahasiakan Kehamilan