Entertainment / Gosip
Kamis, 26 Februari 2026 | 12:05 WIB
Resto Tyler's Smoke House (Dok. Tyler’s Smoke House)

Suara.com - Sebuah restoran yang menjual makanan nonhalal di Semarang menjadi sorotan setelah menawarkan paket menu buka puasa.

Penawaran paket menu buka puasa ini memicu perdebatan di media sosial karena dianggap kurang sensitif terhadap nilai-nilai agama, khususnya Islam.

Adapun kontroversi bermula dari postingan pihak restoran bernama Tyler's Smoke House. Restoran tersebut dikenal menjual menu daging babi dan alkohol. Namun, selama bulan puasa, mereka rencananya menyediakan menu khusus buka puasa atau iftar.

Lalu, salah satu pengguna akun Instagram @hapsaries mengunggah kembali postingan Tyler’s Smoke House yang kemudian dibagikan ulang oleh Aisha Maharani, co-founder Halal Corner, melalui akun @aishamaharani.

Dalam unggahannya, Aisha Maharani membahas tentang potensi hilangnya pahala puasa akibat kontaminasi produk haram jika berbuka di tempat yang menjual makanan nonhalal.

"Buka puasa di tempat yang menjual produk haram juga. Bukan malah dapat berkah pahala puasa, malah risiko bisa kehilangan pahala akibat kontaminasi dengan produk haram," tulisnya.

Selain menyoroti tentang potensi hilangnya pahala puasa, Aisha juga juga menyebut tentang aturan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang mewajibkan tempat makan nonhalal mencantumkan keterangan 'nonhalal' secara jelas.

Diketahui pula, pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada sanksi administratif berupa teguran, denda, hingga penarikan produk.

Selain itu, pelanggar juga berpotensi pidana penjara maksimal lima tahun atau denda hingga Rp 2 miliar sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Baca Juga: Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak

Makanan di Tyler’s Smoke House

Atas kegaduhan ini, Manajemen Tyler's Smoke House pun menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi atas kejadian ini.

Manajemen Tyler’s Smoke House pun mengakui adanya kesalahan dalam penggunaan istilah 'iftar' pada materi promosi dan menyadari bahwa hal tersebut kurang tepat serta menimbulkan kesalahpahaman.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan kesalahpahaman yang timbul terkait penggunaan istilah 'iftar' dalam promosi menu kami. Kami menyadari bahwa penggunaan istilah tersebut kurang tepat," ujar manajemen Tyler's Smokehouse.

Lebih lanjut, sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa hormat, Tyler’s Smoke House menghentikan seluruh rangkaian promo buka puasa sejak Senin, 23 Februari 2026.

"Sebagai bentuk rasa hormat kami, per kemarin hari Senin 23 Februari 2026, kami memutuskan untuk menghentikan seluruh rangkaian promo tersebut secara total," sambungnya.

Di akhir kata, Manajemen Tyler's Smoke House berkomitmen untuk lebih berhati-hati untuk materi promosi ke depannya.

Mereka berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar lebih sensitif terhadap nilai, keyakinan, dan preferensi pelanggan.

"Masukan ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Kami selalu menghargai para tamu untuk memilih sesuai dengan preferensi dan keyakinan masing-masing," tandas manajemen.

Kontributor : Anistya Yustika

Load More