Entertainment / Music
Kamis, 26 Februari 2026 | 18:30 WIB
Slipknot dengan formasi baru [Instagram/slipknot]
Baca 10 detik
  • Ravel Junardy harus menanggung biaya tambahan demi memenuhi permintaan layanan VIP bandara bagi personel Slipknot.
  • Musisi dunia seperti Dave Mustaine menuntut ruang personal yang mutlak, termasuk saat makan pagi tanpa gangguan siapapun.
  • Ketegangan antara Dave Mustaine dan sopir dipicu oleh pelanggaran disiplin sopir yang menggunakan ponsel saat mengemudi.

Suara.com - Menjadi promotor musik kelas dunia di Indonesia memberikan banyak pengalaman unik sekaligus menantang bagi Ravel Junardy.

CEO Ravel Entertainment ini tak jarang harus merogoh kocek lebih dalam untuk menuruti permintaan mendadak para musisi papan atas yang ia datangkan.

Salah satu momen yang paling menguras kantong terjadi saat ia memboyong Slipknot ke panggung Hammersonic 2023.

Biasanya, Ravel menggunakan layanan reguler untuk proses penjemputan hingga akomodasi artis. Namun, manajemen band asal Iowa tersebut tiba-tiba mengajukan permintaan khusus yang tidak masuk dalam anggaran awal.

"Biasanya kita nggak pernah nge-treatment artis secara VIP, tapi kemarin Slipknot datang minta di-treat secara VIP," ungkap Ravel dalam siniar bersama Grace Tahir, dikutip Kamis, 26 Februari 2026.

Alasan keamanan menjadi faktor utama Slipknot enggan melalui jalur kedatangan umum di bandara. Hal ini memaksa Ravel untuk menyediakan fasilitas eksklusif dengan biaya ekstra.

"Jadi kita mesti bayar VIP Service, mereka nggak mau dijemput di penjemputan bandara biasa. Kita harus bayar satu service gitu di bandara lah," jelasnya.

Selain urusan biaya tambahan, Ravel juga pernah dibuat kewalahan oleh permintaan personal Dave Mustaine dari Megadeth. Dave dikenal sangat protektif terhadap ruang pribadinya, bahkan untuk urusan sarapan.

"Gue breakfast cuma mau sendiri, gue enggak mau sama siapa-siapa sendiri, itself sendiri, literally sendiri," ujar Ravel menirukan ucapan tegas Dave.

Baca Juga: Cerita Ravel Junardy Urus Artis Dunia: Dave Mustaine 'Keplak' Kepala Sopir Jemputan

Ketegangan bahkan sempat memuncak saat perjalanan dari bandara menuju hotel. Dave Mustaine merasa terganggu oleh perilaku sopir jemputan yang bermain ponsel saat mengemudi, hingga berujung pada tindakan fisik.

"Dia telepon, dikeplak (dipukul) kepalanya dari belakang," kenang Ravel.

Insiden itu sempat memicu kepanikan pada staf operasional di lapangan.

"Kaget sopirnya! Kaget, 'Eh, iya sudah Pak, saya dipukul tadi,'" tambah Ravel menggambarkan situasi saat itu.

Meski menyayangkan adanya aksi pemukulan, Ravel mengakui bahwa perilaku sopirnya memang melanggar etika profesional dan keselamatan berkendara.

"Marah-marah dia. Karena ya habit-nya kan enggak kayak gitu di sana kan, lu driver sambil teleponan sambil nyetir," jelas Ravel. Atas kejadian tersebut, Ravel pun langsung turun tangan untuk meredam situasi. "Ya aku ngobrol sama dia, say sorry," pungkasnya.

Load More