Entertainment / Gosip
Senin, 02 Maret 2026 | 20:30 WIB
Rico Lubis [Instagram/ricolubis]
Baca 10 detik
  • Rico Lubis hanya bertahan tiga hari bekerja di korporasi karena merasa "salah jurusan" dan tidak nyaman dengan aturan formal.
  • Kurangnya kemampuan teknis seperti Excel dan PowerPoint membuat Rico merasa tertekan dengan tugas rekapitulasi data dari atasannya.
  • Rico sengaja melamakan waktu salat hingga 30 menit sebagai trik untuk menghindari tugas kantor yang membingungkan.

Suara.com - Pengalamin 'ngeles' dari tugas atasan pernah dialami Rico Lubis, salah satu host konten Grind Boys.

Dalam sebuah obrolan seru di sebuah siniar (podcast) yang dipandu oleh komedian Dicky Difie, Rico Lubis membagikan kisah masa lalunya yang mengocok perut sekaligus 'nyambung' bagi banyak orang yang pernah merasa salah jurusan dalam meniti karier.

Rico Lubis, yang kini dikenal sebagai sosok yang sukses di dunia kreatif dan basket, ternyata pernah mencicipi pahit manisnya menjadi karyawan korporat.

Cerita ini bermula saat dirinya menginjak usia 23 hingga 24 tahun. Kala itu, Rico sebenarnya sudah memiliki penghasilan sendiri dari hobinya bermain basket sejak lulus SMA. Namun, pandangan orang tua, terutama sang ibu, memiliki standar kesuksesan yang berbeda.

"Saat itu gua udah bisa cari duit dari lulus SMA lewat basket. Cuma di umur 23-24 tuh kata nyokap ini basket gak bisa seterusnya dijadiin pekerjaan, dia mau yang lebih terjaminlah mungkin ada asuransinya, coba kerja di perusahaan besar lah," kenang Rico Lubis dalam obrolan tersebut, dikutip Senin, 2 Maret 2026.

Mencoba berbakti dan mengikuti saran sang ibu, Rico pun mulai mencari pekerjaan yang sekiranya masih bersinggungan dengan minatnya.

Mengingat dirinya sangat menyukai olahraga, ia pun membidik industri kebugaran. Pilihan jatuh pada Celebrity Fitness yang berlokasi di Mall Pondok Indah (PIM), Jakarta Selatan.

Namun, kendala pertama langsung muncul bahkan sebelum ia mulai bekerja, yaitu urusan penampilan. Rico mengaku sangat tidak nyaman dengan aturan berpakaian formal yang biasanya diwajibkan di lingkungan kantoran atau perusahaan besar.

Baginya, melihat bayangan diri sendiri di cermin dengan kemeja dan sepatu kulit adalah sebuah "siksaan" tersendiri.

Baca Juga: Gebrakan Gak Habis-Habis, Grind Boys Rilis Lagu Religi

"Ternyata entah kenapa gua dari dulu kalo ngaca males banget pakai baju formal. Udah tuh gue berangkat ke Selebriti Fitnes Mal Pondok Indah. Parkir motor gue udah gak mood tuh, sepatu kulit begini kayak musuh koboi," seloroh Rico yang disambut tawa oleh Dicky Difie.

Masalah Rico ternyata tidak berhenti di urusan fashion. Begitu masuk ke dunia kerja profesional, ia dihadapkan pada realitas kemampuan teknis yang tidak ia kuasai.

Sebagai orang yang lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan basket, aplikasi perkantoran seperti Microsoft Excel dan PowerPoint adalah benda asing baginya.

"Skill excel sama powerpoint gue nol," aku Rico jujur.

Puncak dramanya terjadi ketika sang supervisor memberikan tugas pertama yang sangat teknis. Mengingat Celebrity Fitness beroperasi dari jam 7 pagi hingga 11 malam, Rico yang masuk sif jam 11 siang langsung disambut dengan tugas rekapitulasi data.

"Pas di dalam kata supervisor gue 'kamu recap jumlah pemasukan kita kemarin via excel'. Ini gimana ya," ujarnya mengenang kebingungan saat itu.

Load More