"Customer bayar mahal tapi enggak masuk ke driver, customer bayar murah itu karena disubsidi sama duit driver," imbuhnya.
Kondisi ini membuat driver reguler enggan mengambil pesanan karena biaya bensin untuk menjemput pelanggan di lokasi yang jauh seringkali tidak sebanding dengan pendapatan yang hanya berkisar Rp8.000.
Sementara itu, driver prioritas yang sudah memenuhi target harian cenderung mematikan aplikasi lebih cepat, sehingga terjadi kekosongan armada di lapangan yang berujung pada penumpukan pesanan yang tidak tertangani.
Krisis ini semakin diperparah dengan munculnya program pengiriman kilat yang memaksa driver bekerja di luar batas kewajaran.
Program seperti GoSend satu jam sampai menuntut driver melakukan penjemputan dalam hitungan menit tanpa toleransi.
"Aplikator lagi-lagi ngeluarin ide iblis gimana caranya bisa menyiksa drivernya, dibuatlah program Gosend sejam sampe," ucapnya.
Tekanan ini tidak hanya menurunkan kualitas layanan, tetapi juga mengancam nyawa.
Dalam waktu kurang dari 4 menit, paket sudah harus dijemput, sebuah tuntutan yang seringkali memicu kecelakaan fatal akibat kelelahan dan ketergesaan di jalan raya.
Akibat dari kebijakan yang hanya mementingkan profit perusahaan ini, fenomena kelangkaan driver pun menjadi tak terelakkan.
Baca Juga: Full Senyum! Mitra Driver Gojek dan Keluarga Berangkat Mudik Gratis
Selama sistem algoritma masih memprioritaskan "uang langganan" daripada efisiensi jarak, maka kemacetan pesanan di kota-kota besar jantung Indonesia akan terus berlanjut.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Full Senyum! Mitra Driver Gojek dan Keluarga Berangkat Mudik Gratis
-
Prabowo Minta THR ASN Dibayar Tepat Waktu, Aplikator Bayar BHR Ojol Rp400 Ribu-Rp 1,6 Juta
-
Gojek Bagi Rahasia Mudik Nyaman Bebas Ribet di Terminal Giwangan Jogja, Praktis dan Anti Semrawut
-
Pengemudi Ojol Bersyukur Besaran BHR Naik dari Tahun Lalu
-
Rekor MURI! 1.147 Driver Gojek Bersihkan 147 Masjid Serentak di 14 Kota saat Ramadan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar, Amy Qanita Akui Sempat Syok
-
Harumkan Nama Bangsa, Pelatih Vokal Marvel Marlon Sabet Penghargaan di Malaysia
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
Sarwendah Kirim Surat Ajak Ruben Onsu Bertemu, Pengacara Jadwalkan Bulan Depan
-
Yuka Theo dan Niko Junius Bakal Pandu Fan Meeting Win Metawin di Jakarta
-
Kolaborasi dengan Artis Korea Makin Dilirik, KACA 2026 Umumkan Deretan Pemenang
-
Betrand Peto ke Sarwendah: Bun, Pernah Ingat Bagaimana Kalian Hasut Keluargaku di NTT?
-
Lutesha Kehilangan Suara Usai Adegan Kesurupan di Film Cerita Lila
-
Heboh Curhat Betrand Peto Bela Ruben Onsu, Singgung soal Tamparan