Suara.com - Belakangan ini, warga di berbagai kota besar di Indonesia mengeluhkan fenomena langkanya driver ojek online (ojol) di jam-jam sibuk maupun waktu normal.
Penantian panjang hingga pembatalan pesanan secara sepihak menjadi makanan sehari-hari pengguna aplikasi.
Namun, sebuah pengakuan mengejutkan dari akun Threads @silenceawhile membongkar sisi gelap di balik layar aplikator besar seperti Gojek, Grab, dan Shopee yang memicu krisis ini.
Melalui Thread viralnya, seorang mitra driver membuka suara dengan lantang.
"Gue driver ojol (Gojek) please lo wajib baca ini syukur-syukur kalau lo share biar se-Indonesia pada melek apa yang terjadi," katanya memulai Threadnya.
Dia menyebutkan bahwa krisis ini bukan sekadar masalah musim liburan atau high season, melainkan akibat dari kebijakan sistemik yang dia sebut sebagai "Kapitalism Tingkat Dewa".
Penyebab utama dari sulitnya mendapatkan driver ternyata berakar pada kebijakan internal aplikator yang membagi driver menjadi dua kasta yakni mereka yang membayar langganan dan driver reguler.
Driver kini dipaksa mengikuti apa yang disebut "Program dajjal bernama layanan hemat".
Dalam program ini, driver harus membayar biaya langganan sebesar Rp20 ribu per hari atau sekitar Rp600 ribu per bulan demi mendapatkan jaminan minimal 10 orderan sehari.
Baca Juga: Full Senyum! Mitra Driver Gojek dan Keluarga Berangkat Mudik Gratis
Dampaknya sangat fatal bagi ekosistem transportasi online.
"Algoritma sistem ojol akan memprioritaskan orderannya ke orang-orang yang bayar ini, sedangkan orang-orang yang enggak mau diperbudak dan milih enggak bayar akhirnya cuma dapet sisaan," katanya mengungkap.
Hal ini menjelaskan mengapa seringkali ada driver yang lokasinya dekat dengan pelanggan namun tidak mendapatkan orderan, sementara orderan justru dilempar ke driver "prioritas" yang jarak penjemputannya bisa mencapai 5 hingga 8 kilometer.
Ketidakadilan tidak hanya dirasakan oleh driver, tetapi juga pelanggan.
Banyak pengguna mengeluhkan tarif selangit saat jam sibuk atau hujan, namun nyatanya kenaikan harga tersebut diduga tidak masuk ke kantong driver.
Sebaliknya, layanan murah yang dinikmati konsumen sebenarnya adalah hasil dari pemotongan biaya yang dibebankan kepada mitra.
Berita Terkait
-
Full Senyum! Mitra Driver Gojek dan Keluarga Berangkat Mudik Gratis
-
Prabowo Minta THR ASN Dibayar Tepat Waktu, Aplikator Bayar BHR Ojol Rp400 Ribu-Rp 1,6 Juta
-
Gojek Bagi Rahasia Mudik Nyaman Bebas Ribet di Terminal Giwangan Jogja, Praktis dan Anti Semrawut
-
Pengemudi Ojol Bersyukur Besaran BHR Naik dari Tahun Lalu
-
Rekor MURI! 1.147 Driver Gojek Bersihkan 147 Masjid Serentak di 14 Kota saat Ramadan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial