Suara.com - Selama ini, Iran kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia.
Narasi yang berkembang di media sosial sering kali menggambarkan negara tersebut sebagai tempat yang berbahaya, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda.
Salah satu peringatan yang sering memicu kekhawatiran adalah kalimat: "Jangan ke Iran. Itu negara bahaya, apalagi kalau kamu itu Islam Sunni".
Namun, benarkah kondisinya seseram itu?
Seorang wanita dengan akun TikTok @RatihLeylaa baru-baru ini membagikan pengalaman pribadinya yang berbanding terbalik dengan stigma tersebut.
Melalui unggahannya, ia mencoba meluruskan berbagai misinformasi yang selama ini beredar mengenai kehidupan di Iran. Ratih mengungkapkan bahwa dirinya sudah berkali-kali mengunjungi berbagai kota besar di sana, mulai dari Teheran, Neyshabur, Mashhad, hingga Isfahan.
Dalam catatannya, Ratih menegaskan bahwa identitasnya sebagai seorang Muslim tidak menjadi penghalang untuk mengeksplorasi Iran, meski negara tersebut merupakan basis besar penganut Syiah.
Ia bahkan membagikan momen menyentuh saat berinteraksi dengan warga lokal.
"Me be like: Bolak-balik ke Iran, visiting Tehran, Neyshabur, Mashhad, Isfahan, bahkan sholat di mesjid Syiah di beberapa kota gak pernah ada masalah, justru mereka sangat welcome bahkan memelukku dan bilang kita sama, kita Islam," bebernya.
Baca Juga: AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Tudingan mengenai perbedaan kitab suci Alquran pun dibantahnya dengan tegas.
"Realitanya aku cocokkan dengan Quran digital yang sering aku baca di hpku sama kok, bahkan Quran mereka bagus-bagus dan wangi kali. Nggak tahu di mana letak beda Qurannya? Propaganda Barat lagi," ungkap Ratih.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Iran sangat menghargai persaudaraan sesama Muslim. Meski secara demografi sekitar 90–95 persen penduduknya menganut Syiah, kerukunan dengan minoritas Sunni tetap terjaga.
Ratih mengaku tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa merasa terintimidasi sedikit pun.
Selain soal toleransi, keramah-tamahan warga lokal menjadi daya tarik yang jarang tersorot media internasional. Ratih mendeskripsikan penduduk Iran sebagai sosok yang sangat hangat terhadap orang asing.
Berita Terkait
-
Peringatan! Cadangan Minyak Dunia Menipis saat AS - Iran Perang Lagi
-
Sampai Kapan Pun Iran Tolak Tunduk ke Amerika, Selat Hormuz Tetap Ditutup
-
Orang Dekat Donald Trump Bongkar Kelicikan Israel di Balik Perang AS - Iran
-
Maunya AS - Iran Damai, Tapi Wapres JD Vance Bingung
-
Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim