- Pemerintah AS era Donald Trump melalui Rewards for Justice menawarkan hadiah jutaan dolar untuk informasi pemimpin baru Iran.
- Hadiah hingga US$10 juta ditawarkan untuk informasi mengenai Mojtaba Khamenei dan tokoh penting Iran lainnya.
- Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin Iran memicu kenaikan harga minyak mentah dunia signifikan pasca serangan AS.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mengumumkan sayembara dengan hadiah jutaan dolar bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.
Program tersebut dijalankan melalui inisiatif bernama Rewards for Justice yang dikelola oleh United States Department of State.
Tujuannya adalah mengumpulkan informasi lebih luas mengenai tokoh-tokoh penting dalam pemerintahan Iran.
"Termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani," tulis pernyataan dikutip dari laporan Al Jazeera.
Mojtaba Khamenei sebelumnya ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei yang dilaporkan gugur setelah serangan udara Amerika Serikat.
Penunjukan pria berusia 56 tahun tersebut langsung memicu gejolak di pasar energi global.
Harga minyak mentah dunia bahkan dilaporkan melonjak hingga menembus US$120 per barel pada Senin, level tertinggi sejak 2022.
Melalui program tersebut, Departemen Luar Negeri AS menawarkan imbalan hingga US$10 juta atau sekitar Rp169,6 miliar bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi terkait Mojtaba Khamenei maupun para pemimpin Iran lainnya.
Poster pengumuman yang beredar juga menyebutkan bahwa informasi tertentu bahkan dapat membuat pemberinya memenuhi syarat untuk memperoleh 'relokasi'.
Baca Juga: AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
"Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang merencanakan, mengorganisasi, dan melancarkan aksi terorisme di seluruh dunia," demikian bunyi poster tersebut.
Program sayembara semacam ini sebelumnya juga pernah digunakan Amerika Serikat untuk mengumpulkan informasi mengenai tokoh yang dianggap sebagai musuh politiknya di berbagai negara.
Pada 2025 misalnya, Washington menawarkan hadiah US$10 juta bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi terkait tokoh Taliban di Afghanistan, seperti Sirajuddin Haqqani.
Hadiah dengan nilai serupa juga pernah diumumkan pada 2022 untuk memperoleh informasi mengenai pimpinan kelompok militan Al-Shabaab di Somalia.
Berita Terkait
-
Dukungan untuk Iran di Piala Dunia 2026 Bikin Keisuke Honda Kehilangan Kontrak dari Perusahaan AS
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?