Entertainment / Film
Senin, 16 Maret 2026 | 21:40 WIB
Petikan teaser Dilan ITB 1997 [Youtube]
Baca 10 detik
  • Raline Shah resmi memerankan Milea dewasa dan Ariel NOAH sebagai Dilan dalam film Dilan ITB 1997 yang berlatar masa perkuliahan.
  • Cuplikan perdana menampilkan dialog ikonik "rindu itu berat" dengan nuansa yang lebih matang, menandai fase pendewasaan karakter karya Pidi Baiq.
  • Film arahan Fajar Bustomi ini dijadwalkan meluncur serentak di bioskop mulai 30 April 2026.

Suara.com - Rumah produksi Falcon Pictures resmi merilis teaser film Dilan ITB 1997 pada Senin, 16 Maret 2026.

Melalui unggahan di Instagram, video tersebut sekaligus mengonfirmasi spekulasi publik mengenai sosok Milea dewasa yang kini diperankan oleh aktris Raline Shah.

Dalam cuplikan berdurasi 32 detik itu, penonton diperlihatkan pertemuan kembali antara Dilan dan Milea dalam suasana yang lebih matang.

Berbeda dengan seri sebelumnya, karakter Dilan kini diperankan oleh vokalis Ariel NOAH, yang digambarkan sebagai mahasiswa Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Narasi dalam teaser berfokus pada dialog nostalgia di sebuah meja makan. Milea tampak mengenang masa lalu saat melihat jaket yang dikenakan Dilan.

"Itu jaket dari mama itu, masih ada?" tanya Milea sembari tersenyum.

"Masih," jawab Dilan singkat.

Percakapan berlanjut pada kutipan ikonik yang menjadi ciri khas semesta Dilan. Aktris 41 tahun tersebut melontarkan kalimat yang merujuk pada ucapan Dilan di masa SMA.

"Ternyata benar ya kata kamu. Rindu itu berat," ujar Milea, yang kemudian dibalas dengan senyuman tipis oleh Dilan.

Baca Juga: Dilan Janiyar Skakmat Ratu Rizky Nabila, Tegas Tolak Tuduhan Gimik Pacaran

Selain Raline dan Ariel, film ini juga memperkenalkan Niken Anjani yang berperan sebagai Ancika.

Kehadiran tokoh-tokoh baru ini menandai fase pendewasaan karakter dari novel karya Pidi Baiq, menggantikan Vanesha Prescilla dan Iqbaal Ramadhan yang memerankan versi remaja di trilogi sebelumnya.

Dilan ITB 1997 mengambil latar waktu tahun 1997, di mana Dilan sedang menempuh studi di Bandung di tengah dinamika politik Indonesia menjelang reformasi.

Sutradara Fajar Bustomi kembali dipercaya untuk mengarahkan proyek ini, berkolaborasi langsung dengan Pidi Baiq dalam pengembangan naskah.

Film ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan waralaba Dilan yang dimulai dari Dilan 1990 (2018), Dilan 1991 (2019), Milea: Suara dari Dilan (2020), dan Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 (2024).

Penggunaan aktor yang lebih senior dilakukan untuk memberikan kedalaman emosi pada cerita yang kini sudah memasuki ranah konflik dewasa dan perkuliahan.

Load More