- Raja Charles III melakukan teknik roasting cerdas kepada Donald Trump dalam jamuan kenegaraan di Gedung Putih.
- Sang Raja menggunakan fakta sejarah, seperti pembakaran Gedung Putih tahun 1814, sebagai bahan candaan yang efektif.
- Donald Trump dan para tamu undangan menyambut humor tersebut dengan tawa lepas karena diksinya yang relevan dan jenius.
Suara.com - Jamuan kenegaraan di Gedung Putih baru-baru ini sarat keluwesan dan jauh dari kata membosankan. Raja Inggris, Charles III, mendadak 'alih profesi' menjadi komika saat merayakan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat.
Charles III bukan sekadar pidato formal, melainkan melempar serangkaian jokes tajam. Dalam dunia komedi modern, teknik ini disebut roasting.
Targetnya pun tak main-main. Ya, Presiden Amerika Serikat, Donal Trump, jadi 'korban' roasting-an Charles III.
Trump yang dikenal ceplas-ceplos justru terbahak-bahak terkena 'serangan' verbal sang Raja.
Lalu, mengapa candaan Charles begitu efektif dan berhasil membuat satu ruangan di sana tertawa lepas?
Dalam dunia stand up comedy, roasting adalah seni mengkritik atau meledek seseorang dengan cara yang cerdas dan jenaka.
Meskipun terdengar seperti serangan, esensi roasting sebenarnya adalah bentuk penghormatan tertinggi.
Raja Charles sepertinya memahami aturan main ini. Ia tidak menyerang karakter pribadi Trump, melainkan menggunakan fakta sejarah sebagai bahan bakar jokes yang diramu.
Jokes pertama Charles III adalah ketika ia menyinggung insiden kelam tahun 1814. Ketika itu pasukan Inggris membakar Gedung Putih.
Baca Juga: Blokade AS Tak Gentarkan Iran, Mohsen Rezaei: Upaya Itu Pasti Gagal!
"Saya harus mengakui, Inggris pernah melakukan sedikit proyek pembangunan ulang properti di Gedung Putih pada 1814," ujar Charles yang langsung disambut gelak tawa tamu undangan, dikutip Kamis, 30 April 2026.
Dalam analisis komedi, Charles menggunakan teknik pernyataan yang dikecilkan. Membakar sebuah bangunan kepresidenan disebut sebagai "proyek pembangunan ulang properti" adalah pilihan diksi yang jenius.
Mengingat latar belakang Trump sebagai pengusaha properti, diksi "pembangunan ulang" atau redevelopment terasa sangat personal dan nyambung bagi sang Presiden. Inilah yang membuat punchline tersebut mampu mendarat dengan sempurna.
Jokes kedua Raja Charless III dieksekusi memakai counter-roasting. Ia menanggapi pernyataan lawan bicara, dalam hal ini Trump, terkait peran AS di Perang Dunia.
Charles semula mengutip pernyataan Trump, "Jika bukan karena Amerika Serikat, Eropa akan berbicara bahasa Jerman."
Lalu, Charles memberikan bantahan lucu yang cukup telak.
"Kalau boleh saya katakan, jika bukan karena kami, Anda mungkin akan berbicara bahasa Prancis," ujar Charless kembali mengundang tawa hadirin.
Lewat jokes tersebut, Charles ingin mengingatkan sejarah Amerika yang dulunya adalah merupakan koloni Inggris dan bantuan Inggris (serta Prancis) dalam sejarah pembentukan negara tersebut.
Charless III berhasil membalikkan keadaan tanpa terlihat sombong, melainkan terkesan sebagai sosok yang memiliki selera humor tingkat tinggi.
Berita Terkait
-
Blokade AS Tak Gentarkan Iran, Mohsen Rezaei: Upaya Itu Pasti Gagal!
-
Kelakuan Donald Trump Ubah Selat Hormuz Jadi Selat Trump, Harga Minyak Dunia Meledak
-
Donald Trump Lanjut Blokade Selat Hormuz: Iran Tercekik Seperti Babi yang Dipanggang
-
Donald Trump Minta Israel Jangan Asal Bom Lebanon, Serangan Harus Tepat Sasaran
-
Babak Baru Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Pilih Jalur Isolasi Maritim Total
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kebakaran Akibat Lilin Pengusir Lalat, Begini Kondisi Rumah Anisa Rahma setelah Sebulan Berlalu
-
Kembalikan Uang Hanania Travel, Dara Arafah Mengaku Lebih Kasihan dengan Para Korban
-
Dukung Portugal demi Ronaldo, Fadi Alaydrus Malah Jagokan Negara Ini Juara Piala Dunia 2026
-
Tepis Isu Bermusuhan, Anisa Rahma Ungkap Isi Chat Pribadinya dengan Sarwendah di Tengah Masalah
-
Sempat Dirahasiakan, Raffi Ahmad Akhirnya Ungkap Penyakit yang Membuatnya Harus Dioperasi
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar, Amy Qanita Akui Sempat Syok
-
Harumkan Nama Bangsa, Pelatih Vokal Marvel Marlon Sabet Penghargaan di Malaysia
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
Sarwendah Kirim Surat Ajak Ruben Onsu Bertemu, Pengacara Jadwalkan Bulan Depan