Entertainment / Gosip
Rabu, 18 Maret 2026 | 14:10 WIB
Emy Aghnia.
Baca 10 detik
  • Emy Aghnia menuai kecaman keras karena menyisipkan promosi produk (endorsement) dalam konten duka meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano.
  • Ia dinilai sering memanfaatkan situasi sensitif, mulai dari kasus penganiayaan anak kandung hingga konten visual yang tidak pantas, demi kepentingan engagement.
  • Rentetan skandal busana dan konten "blunder" yang berulang membuat publik melabelinya sebagai figur yang sengaja memicu kontroversi demi popularitas digital.

"Rezeki lancar anak disiksa," tulis Aghnia sebagai caption kontennya kala itu.

Publik menilai Aghnia tak sepantasnya menjadikan kemalangan sang putri sebagai bahan konten.

3. Konten Berkuda yang Dinilai Tak Pantas

Sekitar tahun 2025, Aghnia sempat viral karena unggahan video saat dirinya sedang berolahraga berkuda. Dia mengenakan pakaian olahraga yang sangat ketat (bodysuit).

Namun, yang menjadi fokus netizen adalah penampakan alat kelamin kuda yang sedang ereksi dalam foto tersebut.

Aghnia dikritik karena tetap mengunggah video tersebut hanya demi estetika penampilannya sendiri tanpa mempedulikan kepantasan visual kontennya.

Padahal setelah dicari tahu, kuda tersebut ereksi karena mencium bau menyengat dari parfum yang dipakai Aghnia, bukan karena sang selebgram menggunakan baju ketat.

4. Legging Warna Kulit Saat Main Padel

Sebagai influencer yang identik dengan citra hijabers, Aghnia pernah menuai protes keras saat mengunggah foto bermain Padel.

Baca Juga: Aib Emy Aghnia Dikuliti Usai Bikin Konten Duka Vidi Aldiano, Diduga Pernah Dikeluarkan dari Ponpes

Dia mengenakan celana legging dengan warna yang sangat menyerupai warna kulit asli. Pilihan busana ini menciptakan ilusi optik seolah dia tidak mengenakan celana, yang dinilai netizen sangat bertentangan dengan kaidah berhijab yang dirinya bawa.

Rentetan kejadian ini membuat netizen melabeli Aghnia sebagai figur publik yang sering melakukan "blunder" berulang.

Pola meminta maaf setelah konten viral karena hujatan dianggap sebagai strategi untuk tetap menjaga engagement media sosialnya.

Namun, kasus terbaru terkait almarhum Vidi Aldiano ini tampaknya menjadi titik terendah yang membuat publik sulit untuk kembali memberikan toleransi.

Load More