Entertainment / Gosip
Selasa, 24 Maret 2026 | 08:35 WIB
Rumah almarhumah Dwhinta Anggary, cucu Mpok Nori yang dibunuh suaminya kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada Senin, 23 Maret 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Dwhinta Anggary meninggal di Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu, 21 Maret 2026, setelah dibunuh mantan suami sirinya.
  • Fuad, pelaku berkebangsaan Irak, ditangkap saat menuju Sumatera karena cemburu melihat korban bersama pria lain di bazar.
  • Fuad menusuk leher korban dengan pisau yang telah dibawanya setelah sempat cekcok dan mendapati korban bersama pria lain.

Suara.com - Cucu Mpok Nori, Dwhinta Anggary meninggal dunia di rumah kontrakannya kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Anak kedua dari 7 bersaudara itu dibunuh mantan suami sirinya, Fuad yang diduga cemburu buta.

Fuad yang merupakan pria berkebangsaan Irak ditangkap polisi di bis menuju Sumatera.

Dari keterangan Fuad, ia mengaku cemburu saat bertemu Dwhinta Anggary di bazar bersama seorang laki-laki.

AKP Fechy J. Ataupah, Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya (PMJ) mengatakan, peristiwa ini terjadi di malam takbiran, Jumat, 20 Maret 2026.

Tangis keluarga almarhumah Dwhinta Anggary pecah di makam, TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur pada Senin, 23 Maret 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]

“Di tanggal 20 Maret, pelaku melihat korban sedang jalan bersama pria lain di acara Bazar Ramadan,” jelasnya di Polda Metro Jaya pada Senin, 23 Maret 2026.

Fuad yang merasa panas kemudian mendatangi kontrakan Dwhinta pada malam harinya untuk memastikan kecurigaan.

“Didapati bahwa di dalam kos korban lagi berduaan dengan pria yang tadi ditemui di bazar,” ungkap Fechy kembali.

Dwhinta dan Fuad pun cekcok. Perempuan 37 tahun ini lantas mengusir lelaki yang sudah memberikan talak kepadanya. 

Baca Juga: Viral! Sekelompok Wanita Diduga Rayakan Lebaran Sambil Merokok dan Diduga Konsumsi Miras

Pelaku sempat pulang ke kosnya untuk merenung. Namun emosinya semakin meledak hingga ia kembali lagi ke sana.

Saat kembali menemui Dwhinta, Fuad langsung melakukan kekerasan fisik hingga menyebabkan nyawa korban melayang.

"Pelaku sempat mencekik korban. Karena korban berusaha memberontak, pelaku akhirnya mengambil pisau dan menyayat leher korban," jelas Fechy.

Fakta memilukan terungkap bahwa senjata tajam yang digunakan Fuad ternyata sudah disiapkan dan dibawa dari kediamannya.

“Dia mengatakan bahwa pisau memang dia bawa dari rumah,” tegas Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya tersebut.

Sementara itu, pihak keluarga membantah tuduhan Dwhinta Anggary melakukan perselingkuhan.

Load More