Entertainment / Gosip
Senin, 23 Maret 2026 | 15:02 WIB
Tangis keluarga almarhumah Dwhinta Anggary pecah di makam, TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur pada Senin, 23 Maret 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Dwhinta Anggary meninggal dibunuh mantan suami sirinya, Rashad Fouad Tareq Jameel (WNA Irak), di Cipayung, Jakarta Timur, 21 Maret 2026.
  • Motif dugaan cemburu pelaku tidak berdasar; korban sibuk bekerja katering, yang tidak dipahami oleh suaminya.
  • Pelaku ditangkap polisi di bus saat melarikan diri; peristiwa ini terekam CCTV warga yang melihatnya membawa karpet.

Suara.com - Cucu Mpok Nori, Dwhinta Anggary meninggal dunia secara mengenaskan. Nyawanya dihabisi mantan suami sirinya, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, seorang WNA asal Irak.

Kejadian tragis ini terjadi di rumah kontrakan mereka kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu, 21 Maret 2026 dini hari.

Nurgiyanto selaku Ketua RT mengungkapkan, ada motif cemburu yang dituduhkan pelaku. Namun hal itu sangatlah tidak berdasar. 

Korban sebenarnya hanya sibuk bekerja, dimana ia mengurus katering MBG. Pekerjaan tersebut dilakoni hingga malam.

Sementara hal ini tidak dipahami suami Dwhinta yang berkebangsaan Irak.

Rumah almarhumah Dwhinta Anggary, cucu Mpok Nori yang dibunuh suaminya kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada Senin, 23 Maret 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]

"Nggak paham kalau orang di Indonesia itu kerja sampai malam," tegas Nurgiyanto saat menanggapi tuduhan pelaku mengenai adanya pria lain.

Karena itu bagi Nurgiyanto, tuduhan perselingkuhan hanyalah prasangka pelaku yang salah paham melihat rekan kerja korban. 

Ia bersaksi bahwa Dwhinta selalu sendirian di rumah kontrakannya.

"Itu sih hanya praduga yang menurut saya hanya praduga yang nggak bener," ucapnya lagi dengan nada kecewa.

Baca Juga: Viral Saf Salat Id di Alun-Alun Kudus Campur Baur, Bagaimana Hukumnya?

Puncaknya, cekcok terjadi hingga Februari 2026, pasangan yang menikah siri pada 2019 tersebut pisah rumah.

Nurgiyanto, Ketua RT di rumah almarhumah Dwhinta Anggary. [Suara.com/Rena Pangesti]

Namun di sinilah kemudian peristiwa nahas terjadi. Fuad menyewa rumah dekat kontrakan mantan istrinya.

Dugaan kuat pembunuhan terjadi lantaran terekam jelas dalam CCTV milik warga. 

Rekaman tersebut memperlihatkan pergerakan Fuad yang sangat mencurigakan pada waktu subuh.

"Dengan gerakan jam sekian dia membawa karpet yang itu tadi ke dalam, enam menit kemudian dia kabur, lari," jelas sang Ketua RT.

Berdasarkan rekaman tersebut, warga yakin Fuad adalah pelakunya karena ia langsung melarikan diri tanpa meminta tolong. 

Load More