- Cucu Mpok Nori, Dwhinta Anggary, meninggal dunia di tangan mantan suaminya, Fuad, pada Jumat, 20 Maret 2026.
- Fuad, warga negara Irak yang berjualan parfum, membunuh korban karena rasa cemburu setelah melihat Dwhinta bersama pria lain.
- Pelaku ditangkap polisi di Tol Tangerang-Merak dan dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Suara.com - Kabar duka menyelimuti keluarga besar mendiang komedian legendaris Mpok Nori. Sang cucu, Dwhinta Anggary, ditemukan meninggal dunia di tangan mantan suaminya, Fuad.
Fuad, memiliki nama lengkap Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad. Ia adalah warga negara asing yang berasal dari Irak.
AKP Fechy J. Ataupah memaparkan latar belakang pekerjaan pria yang sudah menetap selama sembilan tahun di Indonesia tersebut.
“Pekerjaan pelaku di sini berdasarkan pemeriksaan kami lakukan dia sehari-hari berjualan parfum di Mangga Dua,” kata Fechy di Polda Metro Jaya pada Senin, 23 Maret 2026.
Berdasarkan hasil interogasi, Fuad nekat menghabisi nyawa Dwhinta lantaran cemburu.
Ia melihat Dwhinta Anggary berjalan bersama seorang lelaki di bazar tepat pada malam takbiran, Jumat, 20 Maret 2026.
Fuad kemudian menghampiri rumah kontrakan cucu Mpok Nori. Ia mencekik korban dan menghabisi nyawa perempuan 37 tahun tersebut dengan menyayat lehernya.
Setelah melakukan aksi kejinya, pria tersebut sempat mencoba melarikan diri ke beberapa kota di Jawa Barat untuk bersembunyi.
“Nah jadi pada saat dia melarikan diri, setelah membunuh itu dia sempat ke luar kota, ke Bogor dan Sukabumi, berpindah-pindah,” ungkap Fechy.
Baca Juga: Kronologi Penemuan Jasad Cucu Mpok Nori yang Tewas Tragis, Keluarga Terpaksa Masuk Lewat Jendela
Pelarian Fuad berakhir saat tim Resmob Polda Metro Jaya mencegat bus yang ditumpanginya di area Tol Tangerang-Merak.
“Jadi pada saat penangkapan di Jalan Tol Tangerang-Merak, di badan pelaku pada saat kami melakukan penggeledahan, kami menemukan paspor korban dan juga salah satu handphone korban,” jelasnya.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menyayat leher cucu Mpok Nori.
“Pisau ditemukan di TKP. Ditinggal,” ujar Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya tersebut secara singkat.
Kini, Fuad harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam mendekam di balik jeruji besi dalam waktu yang sangat lama.
“Pasal sejauh ini yang kita terapkan adalah pasal 458 subsider pasal 468 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman kurungan penjara 15 tahun,” tutup Fechy.
Berita Terkait
-
Versi Pelaku, Bunuh Cucu Mpok Nori di Malam Takbiran Gegara Cemburu
-
Viral Prank Makan Gratis di Apartemen saat Lebaran, Pelakunya Malah Nantangin
-
Sebelum Diduga Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori, eks Suami Ancam Bunuh Diri Pakai Pisau Gegara Ogah Pisah
-
Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Cucu Mpok Nori Dimakamkan Satu Liang Lahad dengan Sang Ayah
-
Kisah Cinta Cucu Mpok Nori yang Berakhir Tragis, Berawal dari Malaysia hingga Tewas di Kontrakan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Meninggal di Amerika, Ini Penyebab Komposer Legendaris James F. Sundah Tutup Usia
-
Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus
-
Baim Wong Ungkap Tantangan Satukan Aktor Besar di Film Semua Akan Baik-Baik Saja
-
Lama Mengabdi di Pesantren, Ayah Korban Syok Anaknya Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari Pati
-
Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya
-
Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng
-
Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
-
Film Pesta Babi Tentang Apa? Pemutarannya Dibubarkan Kampus Unram Bikin Mahasiswa Geram
-
Dari YouTube ke Layar Lebar, Sara Wijayanto Angkat Kisah Horor 'Cerita Lila' ke Bioskop