Ia menyatakan bahwa tidak ada strategi promosi instan yang mampu memanipulasi selera publik secara permanen.
Baginya, keberhasilan atau kegagalan sebuah film pada akhirnya akan kembali pada penilaian murni dan respons jujur dari para penonton itu sendiri.
3. Anakronisme Dialog
Ketiga, masalah anakronisme dialog yang dinilai sangat mengganggu logika penceritaan.
Kritik ini muncul karena adanya ketidaksinkronan antara latar waktu cerita di Mars tahun 2090 dengan gaya bahasa yang digunakan para tokohnya.
Penonton merasa aneh saat manusia masa depan masih menggunakan jargon viral dari tahun 2020-an, seperti istilah "keranjang kuning" atau jargon "kamu nanya".
Penggunaan bahasa pop culture yang sudah usang dalam konteks futuristik ini dinilai merusak aspek world-building dan melemahkan kekuatan narasi secara keseluruhan, sehingga pengalaman menonton menjadi kurang imersif.
Perdebatan yang riuh di media sosial ini sejatinya menunjukkan antusiasme publik yang tinggi terhadap kualitas film sci-fi lokal.
Penonton tidak hanya menginginkan kemegahan visual, tetapi juga logika penceritaan yang matang.
Baca Juga: Sinopsis Film Mercy, Tayang Hari Ini di Prime Video
Semoga kontroversi ini menjadi batu loncatan bagi para kreator Indonesia untuk lebih jeli dalam menyelaraskan inovasi teknologi dengan kekuatan storytelling yang otentik di masa depan.
Kontributor : Safitri Yulikhah
Berita Terkait
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
-
Film India Dhurandhar: The Revenge Cetak Sejarah di Box Office AS, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya
-
Siapa Sadie Sink? Aktris yang Curi Perhatian di Trailer Spider-Man: Brand New Day
-
5 Film Sci-Fi dari Masa ke Masa yang Bikin Optimis Sambut Masa Depan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Putry Poyz Buka Lifestyle Hub di Jakarta Selatan, Sediakan Tempat Khusus Buat Para Content Creator
-
Berapa Gaji Sus Rini? Gaya Pengasuh Rayyanza Pakai Tas Mewah Jadi Perbincangan
-
Tas Branded Sus Rini saat Liburan di Kapal Pesiar Jadi Sorotan, Berapa Harganya?
-
Musisi Indonesia hingga Mancanegara Bakal Manggung di Axean Festival 2026, Intip Line Up-nya!
-
Bukan Dijual, Ini Alasan Tak Terduga ART Angel Lelga Nekat Curi Barang Mewah Sang Majikan
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan