Suara.com - Videografer Amsal Sitepu terseret kasus hukum setelah dituding melakukan mark up anggaran dalam proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berlangsung sejak 2020 hingga 2022.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, Amsal yang menjabat sebagai Direktur CV Promiseland mengajukan proposal pembuatan video ke 20 desa di empat kecamatan dengan nilai Rp30 juta per desa.
Namun hasil audit Inspektorat menyebut angka wajar hanya Rp24,1 juta sehingga selisihnya dianggap sebagai kerugian negara.
Atas tuduhan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menuntut Amsal dengan hukuman dua tahun penjara, denda Rp50 juta, serta uang pengganti Rp202 juta.
Saat di persidangan, Amsal membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa pekerjaannya sebagai kreator memiliki nilai profesional.
Ia menjelaskan bahwa proses editing bukan sekadar teknis biasa, melainkan membutuhkan keahlian, kreativitas, serta konsentrasi tinggi, sehingga tidak bisa dianggap tanpa nilai.
“Editing itu pekerjaan penuh seni dan konsentrasi, serta membutuhkan energi dan kemampuan profesional editor,” ujarnya saat persidangan mengutip video yang diunggah pada Minggu (29/3/2026)
Amsal juga menyoroti bahwa penilaian harga dalam dunia kreatif bersifat subjektif dan setiap karya memiliki nilai yang layak dihargai.
“Sebab dengan editing menghasilkan karya yang sempurna. Berapa harga dan nilai yang harus dibayarkan bergantung pada sang editor, bisa sangat mahal, bisa sedang saja,” ujarnya.
Baca Juga: Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
“Tapi satu yang tidak mungkin, tidak mungkin Rp0 dan tidak dihargai alias gratis,” tegasnya.
Dalam pembelaannya, ia juga mengungkap bahwa lima komponen dalam proposalnya yang dipersoalkan jaksa meliputi ide, penggunaan mikrofon clip-on, cutting, editing, dan dubbing, dengan total nilai sekitar Rp5,9 juta.
Namun, menurutnya, justru di sinilah letak kesalahpahaman karena jaksa menilai komponen tersebut seharusnya tidak dikenakan biaya sama sekali.
“Mestinya berapa ukurannya? JPU bilang mestinya Rp0,” kata Amsal membacakan pembelaannya.
Amsal menuding bahwa sebuah karya yang tidak dihargai adalah sebuah bentuk kejahatan.
“Saya memberinya nilai atau harga satu juta rupiah, jadi memberinya harga Rp0 adalah sebuah kejahatan. Kejahatan atas pengingkaran kerja dan karya anak manusia,” ucapnya.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Terkuak Sosok Fuad WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori: Ternyata Penjual Parfum
-
Viral Prank Makan Gratis di Apartemen saat Lebaran, Pelakunya Malah Nantangin
-
Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Cucu Mpok Nori Dimakamkan Satu Liang Lahad dengan Sang Ayah
-
Kisah Cinta Cucu Mpok Nori yang Berakhir Tragis, Berawal dari Malaysia hingga Tewas di Kontrakan
-
Motif Cucu Mpok Nori Diduga Dibunuh Mantan Suami yang WNA Irak, Ada Faktor Cemburu
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Lagu Baru Luqman Podolski 'Ayah' Ungkap Sisi Kelam Hubungan Keluarga yang Jarang Dibicarakan
-
Bukan Algoritma, Ini Sosok 'Pemain Baru' di Balik Lagu Viral TikTok yang Perlu Kamu Tahu
-
FORESTRA 2026 Umumkan Line Up Tahap Kedua, Hadirkan Perpaduan Musik dan Keindahan Alam
-
Dituding Acuh saat Thariq Halilintar Buka Kado, Aaliyah Massaid Beri Klarifikasi Menohok