- Robert De Niro mendukung gerakan protes nasional "No King" menentang eskalasi konflik militer Trump dengan Iran.
- Gerakan "No King," dipelopori MoveOn dan Indivisible, menuntut Trump tunduk pada hak Kongres menyatakan perang.
- Protes ini memuncak pasca serangan AS menewaskan Jenderal Iran, memicu anggota parlemen membahas resolusi pembatasan perang.
Suara.com - Aktor kawakan Hollywood, Robert De Niro kembali berada di barisan terdepan dalam menentang kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kali ini, bintang film The Irishman tersebut secara terbuka mendukung gerakan protes berskala nasional bertajuk "No King" (Bukan Raja), yang menolak tindakan sepihak Trump dalam memicu eskalasi konflik militer dengan Iran.
De Niro, yang dikenal vokal dalam mengkritik administrasi Trump, menyatakan bahwa tindakan Presiden yang memerintahkan serangan tanpa persetujuan Kongres adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang berbahaya.
"Kita berada di titik di mana seorang pria merasa bisa melakukan apa saja tanpa akuntabilitas. Amerika Serikat adalah negara demokrasi, bukan monarki. Kita tidak memilih seorang raja," ujar De Niro dalam sebuah pernyataan yang viral di media sosial.
Istilah "No King" menjadi populer sebagai slogan aktivisme yang dipelopori oleh koalisi organisasi masyarakat sipil seperti MoveOn dan Indivisible.
Gerakan ini menuntut agar Trump tunduk pada Konstitusi AS, terutama mengenai hak Kongres untuk menyatakan perang.
Sentimen ini memuncak setelah serangan udara AS yang menewaskan Jenderal Iran, Qasem Soleimani, yang memicu kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III.
Para pengunjuk rasa menggunakan tagar #NoKing untuk menegaskan bahwa Presiden tidak memiliki kekuasaan absolut untuk menyeret negara ke dalam konflik bersenjata tanpa proses legislatif yang sah.
Hingga saat ini, gelombang protes terus meluas di berbagai kota besar di Amerika Serikat, mulai dari Washington D.C., New York, hingga Los Angeles. Berikut adalah perkembangan terbaru dari aksi tersebut:
Baca Juga: Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg
Ribuan demonstran berkumpul di Lafayette Square, Washington D.C., membawa spanduk bertuliskan "No War with Iran" dan "Trump is Not a King".
Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari veteran perang hingga aktivis muda.
Selain Robert De Niro, deretan pesohor lain seperti Mark Ruffalo, Jane Fonda, dan sutradara Michael Moore turut menyuarakan dukungan mereka melalui platform digital, memperkuat jangkauan pesan "No King" ke audiens global.
Protes di jalanan mulai membuahkan hasil di koridor kekuasaan. Anggota parlemen AS kini tengah menggodok resolusi kekuatan perang (War Powers Resolution) untuk membatasi kemampuan Trump melakukan tindakan militer terhadap Iran tanpa izin eksplisit dari Kongres.
Gerakan ini memicu aksi solidaritas di beberapa ibu kota Eropa dan London, di mana pengunjuk rasa menuntut de-eskalasi dan mengecam kebijakan luar negeri AS yang dianggap impulsif.
Robert De Niro sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti bersuara.
"Ini bukan hanya soal politik, ini soal masa depan anak-cucu kita. Kita tidak boleh membiarkan satu orang menghancurkan perdamaian dunia hanya karena ego," ucapnya.
Situasi di Washington tetap tegang seiring dengan rencana demonstrasi lanjutan yang diprediksi akan melibatkan massa yang lebih besar pada akhir pekan ini.
Berita Terkait
-
Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg
-
Perang Iran Picu Kerugian Global hingga 11,5 Triliun Dolar AS
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
-
Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
-
8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan