- Parlemen Iran berencana memberlakukan rezim navigasi baru di Selat Hormuz yang mensyaratkan izin transit dan penetapan biaya.
- Rezim baru tersebut, diumumkan oleh Alaeddin Boroujerdi pada Senin (30/3/2026), menjamin keamanan kapal dengan syarat izin Iran.
- Langkah ini diambil menyusul eskalasi konflik Iran dengan AS dan Israel yang menyebabkan blokade de facto di selat vital tersebut.
Suara.com - Parlemen Iran berencana memperkenalkan rezim navigasi baru di Selat Hormuz, yang akan memastikan keselamatan pelayaran kapal sekaligus menetapkan biaya transit.
Pernyataan ini disampaikan anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen, Alaeddin Boroujerdi, pada Senin (30/3/2026).
"Dengan persetujuan parlemen, rezim baru akan diberlakukan di selat tersebut," kata Boroujerdi seperti dikutip penyiar IRIB, dilansir dari Sputnik.
Boroujerdi menegaskan bahwa tidak ada kapal yang akan diperbolehkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dari Iran. Selain itu, Teheran akan menjamin keamanan kapal serta memberlakukan tarif transit.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika di Timur Tengah.
Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Blokade ini juga berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan, sehingga menyebabkan kenaikan harga bahan bakar di banyak negara.
(Antara)
Baca Juga: Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
Berita Terkait
-
Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
-
8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump
-
Pertamina Dapat Lampu Hijau, Ini Daftar Kapal Tanker yang Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz
-
Harga BBM Berpotensi Naik April, Gimana Nasib Operasional Transportasi Umum?
-
Iran Berduka atas Gugurnya Prajurit TNI Sertu Farizal Rhomadhon: Ini Tindakan Keji Israel
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda
-
600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda
-
WFH untuk Hemat BBM di Tengah Krisis Energi, Solusi Efektif atau Hanya Sementara?
-
Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
-
Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa
-
Satu Prajurit Gugur di Lebanon, Mabes TNI Belum Bisa Pastikan Pelaku Serangan
-
8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump
-
Siap-siap! Mendagri Sebut Kebijakan WFH demi Hemat Energi Diumumkan Besok