- Presiden Trump menyatakan preferensinya mengambil minyak Iran, mengacu pada strategi serupa diterapkan pada Venezuela.
- Secara spesifik, Trump mengidentifikasi Pulau Kharg sebagai target potensial yang dinilai mudah direbut oleh pasukan AS.
- Pernyataan ini bertepatan dengan kedatangan ribuan tentara tambahan AS di Timur Tengah seiring perang kedua bulan.
Suara.com - Presiden AS Donald Trump secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk mengambil minyak di Iran.
Ia juga secara spesifik mengisyaratkan kemungkinan untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak paling vital milik Teheran.
Pernyataan ini muncul di saat perang melawan Iran memasuki bulan kedua dan ribuan tentara tambahan AS mulai tiba di Timur Tengah.
Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times yang dipublikasikan pada Minggu (29/3/2026), Trump tanpa ragu mengungkapkan pendekatan favoritnya jika berhadapan dengan sumber daya alam negara lawan.
"Sejujurnya, hal favorit adalah mengambil minyak di Iran," kata Trump dalam wawancara tersebut.
Ia bahkan membandingkan potensi pendekatan di Iran dengan strategi yang diterapkan AS di Venezuela, di mana Washington bertujuan untuk mengendalikan sektor minyak negara tersebut 'tanpa batas waktu'.
Lebih jauh, Trump secara spesifik menyebut Pulau Kharg sebagai target potensial yang bisa dengan mudah dikuasai, meskipun ia menyadari langkah tersebut akan membutuhkan kehadiran militer AS dalam jangka waktu yang lama.
"Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita memiliki banyak pilihan. Juga berarti kita harus berada di sana untuk sementara Waktu," ucapnya.
Dengan penuh percaya diri, Trump meremehkan kemampuan pertahanan Iran di pulau strategis tersebut.
Baca Juga: Iran Berduka atas Gugurnya Prajurit TNI Sertu Farizal Rhomadhon: Ini Tindakan Keji Israel
"Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan yang kuat. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah," cetus Presiden AS tersebut.
Komentar agresif Trump ini bukan sekadar retorika. Pernyataan itu selaras dengan pergerakan masif militer AS.
Pentagon dilaporkan telah memerintahkan pengerahan 10.000 tentara tambahan yang terlatih untuk operasi darat.
Dari jumlah tersebut, sekitar 3.500 personel, termasuk 2.200 Marinir, telah tiba di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, para pengamat telah memperingatkan Washington bahwa serangan langsung ke Pulau Kharg dapat meningkatkan risiko secara signifikan bagi pasukan AS dan berpotensi memperpanjang konflik dengan Iran.
Komentar terbaru Trump ini muncul ketika harga minyak mentah Brent telah melonjak lebih dari 50 persen, menembus angka US$ 116 per barel sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu.
Berita Terkait
-
Perang Iran Picu Kerugian Global hingga 11,5 Triliun Dolar AS
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
-
Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
-
8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump
-
Pertamina Dapat Lampu Hijau, Ini Daftar Kapal Tanker yang Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim
-
Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi
-
Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir
-
Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme
-
Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah
-
Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter
-
Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak
-
Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total