- Menteri Kabinet Merah Putih menghadiri penayangan film Pelangi di Mars di Jakarta pada 2 April 2026 mendatang.
- Film keluarga ini merupakan karya sci-fi pertama Indonesia yang menggunakan teknologi Extended Reality berbasis Unreal Engine nasional.
- Produksi film selama lima tahun ini bertujuan memajukan industri kreatif lokal dan mengedukasi anak melalui teknologi.
"Kami mencoba mengambil jalur yang mungkin paling tidak diminati yaitu masuk ke ranah riset teknologi untuk support filmmaking," tutur Upie.
"Sejak lima tahun lalu, kami melihat infrastruktur teknologi adalah pilar yang kurang populer di Indonesia. Kami ingin membalik keadaan, bagaimana teknologi itu kami tempatkan untuk melayani kreator, bukan sebaliknya," katanya menyambung.
Upie juga menekankan peran anak muda dalam pengerjaan film ini.
"Tim kami sebagian besar berumur di bawah 20 tahun. Manusia-manusia yang tidak cukup punya ketakutan untuk tidak berani melangkah. Mereka belajar dari YouTube, trial-error, dan begadang. Merekalah pahlawan XR sesungguhnya," tutur Upie.
Sementara itu, produser Mahakarya Pictures, Dendi Reynando, menjelaskan bahwa latar belakang pembuatan film ini dipicu oleh kegelisahannya sebagai orangtua.
Dia melihat adanya ketimpangan ketersediaan film anak-anak berkualitas di bioskop tanah air.
"Kegelisahan saya bertemu dengan kegelisahan Upie bahwa anak-anak Indonesia butuh lebih banyak literasi, terutama tentang sci-fi," ucap Dendi.
"Tokoh hebat dunia hari ini dulunya pembaca sci-fi. Kami ingin membawa narasi ini ke anak-anak. As long anak-anak suka dan happy, bagi kami itu sudah lebih dari cukup."
Dendi juga menaruh harapan besar pada pengembangan Intellectual Property (IP) dari film ini.
Baca Juga: Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop
Dia bermimpi suatu saat toko-toko mainan di Indonesia tidak lagi hanya didominasi oleh karakter dari Amerika atau Jepang, melainkan juga karakter lokal seperti Pelangi dan robot Batik.
Dari sisi edukasi, pemerhati anak Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, memberikan ulasan positif.
Psikolog anak yang telah menonton film ini sebanyak dua kali tersebut menilai Pelangi di Mars memiliki muatan moral yang kuat di tengah kecanggihan visualnya.
"Intinya film ini selain bagus teknologinya, akting pemainnya juga sangat bagus dan isinya sangat edukatif. Menekankan persahabatan, persaudaraan, kesetiaan, dan kejujuran," kata Kak Seto.
"Film ini mengajarkan anak-anak untuk tidak mudah putus asa dan berani tabah menghadapi tantangan," ujarnya.
Acara screening ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat jajaran Kabinet Merah Putih lainnya, termasuk Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman, Utusan Khusus Presiden Ahmad Riza Patria, serta perwakilan dari berbagai asosiasi industri kreatif seperti pengisi suara, animator, hingga pegiat board game.
Kolaborasi lintas sektor antara Mahakarya Pictures, MBK Productions, PFN, RANS Entertainment, dan DossGuavaXR Studio ini diharapkan menjadi standar baru bagi ekosistem perfilman Indonesia dalam memanfaatkan teknologi XR di masa depan.
Berita Terkait
-
Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
-
Pelangi di Mars Diserang Isu AI hingga Buzzer, PH Beri Klarifikasi Panjang
-
Pertama di Indonesia, Film Pelangi di Mars Tawarkan Kualitas Animasi Kelas Dunia
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda
-
Boby Berliandika X Factor dan Istri Rajut Karier Musik hingga Bisnis di Tengah Gempuran Digitalisasi
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah
-
Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'
-
DNA Rilis Album Aurora, Realita Kehidupan DJ Aloy dan JayJax dalam 18 Lagu
-
Ruben Onsu Resmi Perjuangkan Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Sidang Digelar 15 Juli 2026
-
Seni Membalas Hujatan: Bule Real 'Comeback' dengan Single Dangdut Komedi 'Hayati'
-
Musisi Ramai Kritik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Bupati Purwakarta, Beri Sindiran Menohok
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel