News / Nasional
Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB
Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • Megawati Soekarnoputri memimpin upacara di Masjid At-Taufiq, Jakarta Selatan, pada Senin, 17 Agustus 2026.
  • Ia mengajak peserta upacara mendoakan korban gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur.
  • Megawati meninjau pameran arsip sejarah kemerdekaan bersama Sekjen PDIP dan para kader sebelum upacara dimulai.

Suara.com - Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menjadi inspektur upacara di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDI Perjuangan,

Pantauan Suara.com, Ketua Umum PDI Perjuangan ini tampak mengenakan pakaian berwarna merah mengajak para peserta upacara untuk bersama-sama berdoa untuk masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca dilanda gempa berkekuatan magnitudo 7,7.

“Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, marilah kita mengucapkan doa bersama terutama untuk yang namannya daerah Nusa Tenggara Timur, terutama Flores,” kata Megawati, di halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Megawati mendoakan para keluarga korban yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan menghadapi musibah ini.

“Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai dan banggakan, saya secara khusus tadi kita telah berdoa bagi warga Flores, NTT dan berduka cita yang sedalam-dalamnya atas korban yang terjadi akibat gempa bumi yang sangat luar biasa,” ujar Megawati.

Sebelum upacara dimulai, Megawati juga menyempatkan diri untuk melihat pameran Jejak Merdeka Putra Sang Fajar di aula Masjid At-Taufiq.

Selama berada di pameran, Megawati ditemani oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto dan para kader lainnya.

Dalam pameran Jejak Merdeka Putra Sang Fajar, berisi dokumen detik-detik Proklamasi dan Hijrahnya Pusat Pemerintahan, hingga perjalanan Bung Karno dalam rangkaian peristiwa sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dalam pameran itu, ada juga sejumlah arsip sejarah berupa teks potongan berita, surat, poster hingga foto tentang sejarah detik-detik kemerdekaan.

Baca Juga: BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

Poster tentang pendudukan pemerintahan Jepang, hingga lukisan masa pemerintahan kolonial juga terpajang di pameran tersebut.

Sementara, dalam pameran tentang Hijrahnya Pusat Pemerintahan diawali dengan gambar peristiwa 27 Oktober 1945, dimana pasukan sekutu mendarat di Surabaya, dan terjadi pertempuran rakyat dengan pasukan Inggris.

Tak hanya itu, ada arpis potongan koran, dokumen sejarah hingga foto peristiwa itu sampai pada perpindahan pemerintahan ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946.

Load More