Perilisan film bertajuk Pelangi di Mars menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan pada momen Lebaran 2026.
Film yang disutradarai oleh Upie Guava dinilai sebagai proyek ambisius yang telah memulai masa produksinya sejak tahun 2020.
Pelangi di Mars hadir dengan misi besar untuk membawa genre fiksi ilmiah (sci-fi) keluarga di Indonesia ke tingkatan yang lebih modern.
Namun, alih-alih mendapatkan apresiasi menyeluruh atas inovasi teknisnya, film ini justru menuai gelombang kritik tajam dari para penikmat film sesaat setelah tayang perdana di bioskop.
Setidaknya terdapat tiga poin krusial yang menjadi sumbu perdebatan panas di berbagai platform media sosial mengenai film Pelangi di Mars.
1. Penggunaan AI
Kritik yang paling santer ditujukan pada film ini adalah penggunaan AI yang dinilai berlebihan.
Sejumlah besar penonton merasa bahwa visual yang disajikan terasa kurang natural, kaku, dan seolah kehilangan sentuhan artistik manusiawi karena terlalu mengandalkan algoritma.
Menanggapi keresahan ini, pada (21/3/2026), Upie Guava memberikan klarifikasi resmi.
Baca Juga: Sinopsis Film Mercy, Tayang Hari Ini di Prime Video
Ia menegaskan bahwa penggunaan AI dalam Pelangi di Mars hanyalah sekadar alat bantu teknis untuk efisiensi produksi, bukan pengganti peran kreativitas manusia.
Sang sutradara menekankan bahwa integrasi teknologi mutakhir seperti Virtual Production, XR (Extended Reality), Motion Capture, hingga penggunaan Unreal Engine tetap memerlukan arahan, rasa, dan dedikasi dari para kreator selama bertahun-tahun.
2. Tudingan Penggunaan Buzzer untuk Promosi
Poin kritik yang kedua adalah dugaan tentang strategi promosi yang dianggap menggunakan layanan buzzer.
Sebagian warganet merasa curiga terhadap masifnya testimoni positif yang muncul di internet, yang dinilai tidak organik dan terlalu seragam.
Isu ini segera dibantah keras oleh Upie Guava melalui unggahan media sosialnya pada (22/3/2026).
Berita Terkait
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
-
Film India Dhurandhar: The Revenge Cetak Sejarah di Box Office AS, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya
-
Siapa Sadie Sink? Aktris yang Curi Perhatian di Trailer Spider-Man: Brand New Day
-
5 Film Sci-Fi dari Masa ke Masa yang Bikin Optimis Sambut Masa Depan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Sinopsis Film Ayah Ini Arahnya Kemana Ya?, Ketika Sosok Kepala Keluarga Tak Lagi Jadi Kompas
-
Junior Liem Comeback di Na Willa, Intip Daftar Film yang Pernah Dibintanginya
-
5 Film Yoo Hae Jin Raih Lebih dari 10 Juta Penonton, Terbaru The King's Warden
-
Teror Pennywise Kembali Hadir! It: Welcome to Derry Season 2 Dipastikan Bakal Segera Tayang
-
8 Drama Korea Tayang April 2026, Perfect Crown dan Yumi's Cells Season 3 Paling Ditunggu
-
Ogah Paksa Mawa Bertahan Usai Ketahuan Nikahi Inara Rusli, Insanul Fahmi Siap Hadiri Sidang Besok
-
Deretan Film Horor Indonesia Tayang Bulan Ini, Ada Danur: The Last Chapter!
-
Jawaban Hanung Bramantyo soal Kemungkinan Garap Film tentang Ani Yudhoyono
-
The Rock Kembali Menjadi Maui! Intip Megahnya Cuplikan Live Action Moana
-
Brand Zaskia Adya Mecca Kena Komplain Baru Dipakai Sudah Rusak, Ini Klarifikasi Pemiliknya