Entertainment / Music
Sabtu, 11 April 2026 | 17:10 WIB
Drummer Suffocation, Eric Morotti [Instagram].
Baca 10 detik
  • Eric Morotti resmi keluar dari Suffocation setelah 10 tahun menjabat sebagai drummer tepat di hari ulang tahunnya.
  •  Ia secara tegas menolak bekerja lagi dengan pecandu narkoba yang abusif dan lingkungan kerja yang meremehkan kesehatan mentalnya.
  •  Morotti kini fokus berkarier bersama band Sanguisugabogg dan sedang menjalani tur besar bersama Lamb of God.

Suara.com - Skena musik ekstrem dikejutkan dengan kabar pengunduran diri salah satu pilar penting dalam band legendaris, Suffocation.

Eric Morotti, sang penggebuk drum yang sudah memperkuat formasi band brutal death metal asal New York tersebut selama satu dekade terakhir, resmi mengumumkan pengunduran dirinya.

Morotti secara terbuka menyinggung adanya masalah internal yang sangat serius, mulai dari perilaku abusif hingga isu penyalahgunaan narkoba di dalam lingkaran band.

Kepergian Eric Morotti dari Suffocation diumumkan tepat pada hari ulang tahunnya melalui sebuah pernyataan emosional yang diunggah di kanal media sosial pribadinya.

Setelah 10 tahun berkontribusi dalam menjaga ritme brutal Suffocation, Morotti merasa inilah saat yang tepat bagi dirinya untuk memprioritaskan kesehatan mental dan harga dirinya.

Dalam pernyataannya, dikutip Sabtu, 11 April 2026, Morotti menekankan bahwa keputusan ini diambil demi evolusi pribadinya sebagai seorang musisi dan manusia.

"Ada titik dalam hidup di mana lu harus memilih DIRI SENDIRI! Lu harus memilih untuk berubah, berkembang, atau terjebak dalam rutinitas yang sama selamanya. Hari ini, di hari ulang tahun gue, gue memilih untuk menjauh dari Suffocation untuk memperpanjang kesehatan gue dan diri gue sendiri," tulis Morotti dengan nada tegas.

Berbeda dengan banyak perpisahan musisi yang biasanya berakhir dengan alasan klise "perbedaan visi musikal", Morotti justru memberikan alasan yang sangat spesifik dan mengejutkan.

Ia mengaku tidak lagi bisa mentoleransi lingkungan kerja yang dianggapnya tak sehat dan cenderung merusak.

Baca Juga: Band Legendaris Vicious Rumors Pecat Drummer, Gara-Gara Sering Repost Meme

Salah satu poin paling tajam dalam pernyataannya adalah tudingan mengenai adanya ketergantungan obat-obatan terlarang yang dilakukan secara abusif oleh pihak-pihak tertentu di sekitarnya saat berada di Suffocation.

"Gue nggak akan bekerja sama orang yang toxic. Pecandu narkoba yang abusif. Apalagi membiarkan mereka memerintah gue. Gue sudah diremehkan dan diinjak-injak terlalu lama," tegasnya.

Pernyataan ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan komunitas metal dunia, mengingat Suffocation adalah salah band ikonik yang memiliki pengaruh besar bagi band cadas, termasuk di Indonesia.

Meski cabut dari salah satu band paling prestisius di genre death metal, Eric Morotti tak lantas berhenti dari dunia musik.

Kini, ia justru merasa lebih bersemangat karena menemukan lingkungan yang ia impikan di band barunya, Sanguisugabogg.

Bagi Morotti, bergabung dengan Sanguisugabogg memberikannya perspektif baru tentang bagaimana seharusnya sebuah band bekerja sebagai satu kesatuan tim yang solid tanpa adanya ego yang berlebihan.

Load More