- Awalnya dikira demam biasa, Jessica Iskandar ternyata didiagnosis mengalami gejala Hepatitis A setelah menjalani pemeriksaan rumah sakit kedua.
- Jedar menduga penyakitnya dipicu oleh konsumsi makanan yang kurang bersih serta kondisi fisik yang lemah akibat kurang istirahat selama masa menyusui.
- Tidak ada obat khusus dari dokter, Jessica diinstruksikan untuk istirahat total dan kini memperketat standar higienitas makanan di rumahnya.
Suara.com - Jessica Iskandar berbagi cerita mengenai penyakit yang dialami belum lama ini. Ia terkena gejala hepatitis A yang membuatnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Jessica Iskandar mengalami demam tinggi. Kondisi ini bahkan tak kunjung sembuh selama beberapa hari.
"Aku demam tinggi sampai 39,3 tiap malam. Terus nanti dia demamnya naik turun," ungkap Jessica Iskandar ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat, 16 April 2026.
Awalnya, bintang film Dealova ini mengira sakitnya hanya demam biasa setelah melakukan pengecekan darah pertama. Namun satu minggu berselang, kondisi tubuhnya justru tidak kunjung membaik meski sudah minum obat.
Setelah kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan kedua, barulah dokter memberikan diagnosa yang lebih pasti. Ternyata, aktris yang akrab disapa Jedar ini mengalami peradangan di organ hatinya.
"Akhirnya disimpulkanlah sama dokter 'Oh ini berarti gejala Hepatitis A' gitu," tutur Jedar.
Gejala yang dirasakan ibu tiga anak ini tergolong cukup berat. Tubuhnya terasa sangat lemas dan sering menggigil secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
"Gejala Hepatitis A-nya bikin aku lemas, panas demam naik turun terus sama badan aku meriang gitu," jelasnya.
Jessica Iskandar menjelaskan, tim dokter tidak memberikan obat khusus untuk mengatasi penyakit tersebut. Ia hanya diminta untuk beristirahat total demi memulihkan kondisi fisiknya yang sempat drop.
Baca Juga: Jessica Iskandar Unggah Ulang Konten Tangani Kesurupan, Ucapan 'Bismillah' Dihapus
Mengenai penyebabnya, Jessica Iskandar menduga hal itu berkaitan dengan tingkat kebersihan makanan yang ia konsumsi. Ia merasa kecolongan karena kurang waspada terhadap higienitas hidangan saat sedang makan di luar.
"Iya mungkin kayaknya karena makanan kurang bersih gitu. Itu bisa," ujar Jedar.
Berkaca dari kejadian ini, Jessica Iskandar menjadi lebih waspada menjaga kebersihan makan. Jedar bahkan aturan ketat bagi siapa pun yang menyiapkan konsumsi untuk keluarga.
"Di rumah pastiin setiap yang bikin makanan, potong buah, bikin jus itu harus cuci tangan atau pakai sarung tangan plastik," imbuhnya.
Selain faktor makanan, kondisi fisik yang kelelahan juga menjadi pemicu daya tahan tubuhnya melemah. Apalagi, selama 16 bulan terakhir ia kurang istirahat karena masih aktif memberikan ASI.
"Kan 16 bulan belakangan ini tidur aku nggak pernah full karena kan harus menyusui, harus kasih ASI jadi emang tidur kurang," tuturnya.
Sebagai informasi, Hepatitis A adalah peradangan hati akut akibat infeksi virus Hepatitis A (HAV). Virus ini menular melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi feses orang terinfeksi.
Mengutip Halodoc, kebanyakan pengidap Hepatitis A bisa sembuh total dalam waktu beberapa bulan.
Berita Terkait
-
Jessica Iskandar Bangga Putranya Lulus SD, Tarif Sekolah El Barack Bikin Melongo
-
Jessica Iskandar Syok El Barack Bikin Pricelist Endorse Sendiri, Tarif Syuting Mulai Rp200 Ribu
-
Hari Bahagia Berubah Panik, Anak Jessica Iskandar Alami Cedera Tangan Saat Ultah
-
Jessica Iskandar Diteror Santet, Sang Asisten Malah Jadi Korban Salah Sasaran
-
Sisi Gelap Dunia Artis Dibongkar Jessica Iskandar: Dari Tawaran 'Dinner' hingga Ancaman Bangkrut
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam