- Ratusan warga Kalimantan Timur dijadwalkan berdemonstrasi pada 21 April 2026 untuk memprotes kebijakan Gubernur Rudy Mas'ud.
- Gubernur memasang kawat berduri di kantor pemerintahan sebagai langkah persiapan menghadapi aksi protes masyarakat tersebut.
- Kepolisian daerah mengerahkan 1.700 personel gabungan serta kendaraan taktis untuk mengamankan lokasi aksi demonstrasi agar kondusif.
Suara.com - Ratusan orang di Kalimantan Timur dikabarkan akan turun ke jalan pada 21 April 2026.
Aksi massa tersebut dilakukan guna memprotes sang gubernur, Rudy Mas'ud.
Jelang aksi besok, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud tampaknya melakukan persiapan. Ia membentengi kantor dengan kawat berduri.
Berdasarkan pantauan di media sosial, terlihat sejumlah pekerja dikerahkan hingga lembur untuk memasang gulungan kawat berduri di sekeliling area gedung pemerintahan tersebut.
"Kawat berduri dipasang, aparat bersiaga, kendaraan taktis disiapkan," demikian keterangan @suaraanakrumput pada Minggu, 19 April 2026.
Sang admin menambahkan, "pertanyaannya sederhana: ini untuk menjaga ketertiban, atau karena takut menghadapi rakyat sendiri?"
Menanggapi situasi yang memanas ini, Safaranita yang merupakan seorang akademisi sekaligus dosen FISIP memberikan analisis mendalam terkait akar keresahan masyarakat.
Ia menilai bahwa aksi massa ini lahir dari akumulasi rasa kecewa rakyat terhadap berbagai kebijakan gubernur yang dianggap kurang berpihak pada kepentingan umum.
"Publik saat ini melihat adanya kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dengan gaya kepemimpinan yang dianggap lebih mementingkan elit," kata Safaranita mengutip dari Kaltimtoday, jaringan Suara.com.
Baca Juga: Viral Maestro Kibar Jual Lukisan Demi Bayar Utang, Gambar Wapres Gibran Jadi yang Pertama Laku
Beberapa isu panas yang memicu amarah warga di antaranya adalah proyek mewah renovasi rumah jabatan hingga pengadaan mobil dinas baru bagi para pejabat.
Tak hanya pemasangan kawat berduri, aparat kepolisian dari Polda Kaltim pun sudah menyiapkan skema pengamanan ekstra ketat di beberapa titik strategis.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro menyatakan kesiapannya dalam mengawal jalannya penyampaian aspirasi rakyat agar tetap berjalan kondusif tanpa adanya kericuhan.
Pihak kepolisian tidak main-main dengan menyiagakan ribuan personel gabungan serta menyiapkan kendaraan taktis guna menjaga keamanan di dua lokasi utama.
"Pihaknya akan menerjunkan sekitar 1.700 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi di dua titik utama," ujar Irjen Pol Endar Priantoro.
Seperti diketahui, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud memang belakangan bikin geram netizen dengan sejumlah kebijakannya terkait pemakaian duit anggaran.
Awalnya, suami Syarifah Suraidah ini meminta pengadaan mobil dinas seharga Rp8,5 miliar. Karena heboh di media sosial, rencana ini pun dibatalkan.
Baru reda soal mobil dinas, Rudy Mas'ud kembali bikin heboh dengan anggaran renovasi rumah dinas yang mencapai Rp25 miliar. Angka yang sangat fantastis dan membuat netizen terheran-heran.
Berita Terkait
-
Viral Maestro Kibar Jual Lukisan Demi Bayar Utang, Gambar Wapres Gibran Jadi yang Pertama Laku
-
Diminta Bantu Suster Natalia, Hotman Paris: Istana Perlu Turun Tangan!
-
Digerebek Suami Sendiri, Ibu Bhayangkari di Kendari Kepergok Ngamar dengan Oknum TNI
-
Viral Perempuan Berhijab Sandera Karyawan PS Store Medan, Todong Pakai Golok hingga Buat Pingsan
-
Heboh Suara Perempuan Nyanyi 'Lelaki Cadangan' Saat Wakil Wali Kota Padang Pidato
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Air PAM Berpotensi Mati di 7 Wilayah Jakarta Barat hingga 22 Juli, Ini Daftar Lokasinya
-
Promo BRImo di Bazar Kreasi Bhayangkari 2026, Ada Cashback Wastra Hingga Rp150 Ribu
-
Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Dengarlah Nyanyian Angin
-
Andritany Ardhiyasa Bertahan di Persija, Siap Bantu Macan Kemayoran Kejar Gelar Juara
-
Alasan Persib Ngotot Rebut Mariano Peralta dari Persija
-
Rehabilitasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Sudah Direncanakan, Tertunda Imbas Pemangkasan Anggaran
-
Persoalan Macet Padang-Bukittinggi Ada pada Sistem, Bukan Pilihan Proyek
-
Lawan Perubahan Iklim: 87 Persen Emisi dari Transportasi Darat dan Urgensi Angkutan Massal
-
6 HP dengan GPS Terbaik Harga Rp1 Jutaan Buat Narik Ojol, Navigasi Akurat Baterai Badak Awet
-
Abaikan Peringatan Keras Zulhas, PAN Pecat Bupati Lombok Barat Usai Terjaring OTT KPK