Suara.com - Kreator konten kuliner Aa Juju memberikan kabar terbaru setelah sempat tidak memperbarui unggahan sejak konten perjalanannya di Kenya ramai diperbincangkan.
Sosok bernama asli Julian itu dikenal luas lewat gaya review makanan yang jujur, blak-blakan, dan kerap diselipi komentar sarkas yang menghibur penonton.
Belakangan, ia memang aktif melakukan eksplorasi ke berbagai daerah hingga luar negeri demi menghadirkan pengalaman kuliner dan budaya berbeda kepada pengikutnya.
Dalam perjalanan terbarunya, Aa Juju mengunjungi Kenya dan membagikan kesan awal mengenai gaya fashion masyarakat lokal yang menurutnya menarik perhatian.
"Sumpah ya, menurut gue fashion-fashion di sini tuh kayak bagus-bagus banget," ucapnya sambil menyoroti gaya rambut dan penampilan warga setempat dalam videonya.
Dia juga menambahkan bahwa penampilan perempuan di Afrika, khususnya dengan gaya rambut cornrows, terlihat sangat menarik dan memiliki karakter kuat.
Namun, konten tersebut memicu kekhawatiran warganet setelah terlihat beberapa orang asing mengikuti Aa Juju saat ia merekam aktivitas di jalanan.
Salah satu pengguna Threads dengan akun @rkhmdhny_ menuliskan kekhawatirannya.
Baca Juga: Atlet Lari Indonesia akan TC ke Kenya sebagai Persiapan Asian Games 2026
"Gue nggak tau ini Aa Juju yang emang kelewat berani atau emang nggak sayang nyawa," tulisnya.
Warganet itu juga menyebut gaya Aa Juju yang tetap merekam dengan suara keras di tempat asing berpotensi mengundang risiko tidak terduga.
"Ini beneran street survival live di depan mata kita," tulisnya lagi, menggambarkan situasi yang membuat sebagian penonton merasa tegang.
Kekhawatiran semakin meningkat ketika Aa Juju tidak mengunggah konten baru selama hampir 24 jam di akun TikTok miliknya, @makanlurr.
Setelah penantian tersebut, dia akhirnya muncul kembali melalui video terbaru yang diunggah pada Selasa, 21 April 2026, dari Burundi.
"Gue nggak pernah takut ini di negara orang, benar-benar ini takut banget," ujarnya sambil menggambarkan kondisi berbeda yang dia rasakan di negara tersebut.
Berita Terkait
-
Konten Kreator Aa Juju Nekat Mau Jalan-jalan ke Perbatasan Kamboja yang Identik Perdagangan Ginjal
-
Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar
-
Ngeri! Aa Juju Nekat Mau Jalan-jalan ke Perbatasan Kamboja yang Identik Perdagangan Ginjal
-
Sama-sama Jadi Tokoh Paling Korup di Dunia Versi OCCRP, Momen Jokowi Salaman dengan Presiden Kenya Jadi Sorotan
-
Pisau Purba 3 Juta Tahun di Kenya: Bukti Inovasi Awal Manusia?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia