Entertainment / Film
Jum'at, 24 April 2026 | 18:10 WIB
Fatih Unru, pemeran film Gudang Merica saat datang ke kantor Suara.com kawasan Pal Merah, Jakarta Barat pada Jumat, 24 April 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Cerita berfokus pada empat mahasiswa kedokteran yang menghadapi teror horor di rumah sakit setelah salah satu pasien mereka meninggal dunia saat praktik.
  • Para aktor, termasuk Fatih Unru, menjalani workshop khusus selama tiga hari bersama dokter asli untuk mempelajari prosedur medis dasar dan penanganan pasien.
  • Tim artistik menyulap sebuah panti jompo tua di kawasan Kaliurang menjadi set rumah sakit bergaya kolonial Belanda yang meyakinkan untuk mendukung suasana mencekam.

Suara.com - Industri perfilman Tanah Air siap diramaikan dengan kehadiran karya bergenre horor komedi, Gudang Merica. Film ini menghadirkan Ardhito Pramono, Arla Ailani, Fatih Unru, hingga Zulfa Maharani.

Secara garis besar, film Gudang Merica mengisahkan lika-liku kehidupan mahasiswa kedokteran yang tengah menjalani masa koas. Fokus cerita bermula saat Razi (Ardhito Pramono), Rindu (Arla Ailani), Adit (Fatih Unru), dan Tanti (Zulfa Maharani) ditugaskan untuk melakukan praktik di sebuah rumah sakit.

Kehidupan koas yang awalnya berjalan normal mendadak berubah menjadi petaka usai kematian salah seorang pasien. Situasi semakin mencekam ketika mereka tanpa sengaja mengusik ketenangan sebuah tempat misterius di dalam rumah sakit.

Berbagai kejanggalan demi kejanggalan yang tidak masuk akal mulai bermunculan satu per satu secara nyata. Rangkaian teror tersebut diawali oleh kemunculan suara-suara gaib tak bertuan hingga rentetan kasus menghilangnya orang secara misterius.

Fatih Unru bicara lebih detail soal peran mahasiswa kedokteran di film Gudang Merica. Seperti diantaranya riset hingga lokasi yang ternyata adalah sebuah panti jompo.

1. Awal mula nuansa horor di film Gudang Merica

Fatih Unru yang memerankan Adit, bercerita awal mula teror horor di film tersebut. Dimulai saat para mahasiswa tersebut salah langkah merawat pasien hingga dia meninggal dunia.

"Mereka masih belum menjadi dokter, masih koas, jadi mereka kesulitan menangani pasien sampai akhirnya pasiennya meninggal," kata Fatih Unru saat hadir ke kantor Suara.com pada Jumat, 24 April 2026.

Pasien tersebut ditempatkan sementara di kamar mayat untuk menunggu proses autopsi. Keberadaan jenazah tersebut menjadi awal dari segala kejadian aneh yang menimpa kelompok mahasiswa koas itu.

Baca Juga: Film Horor Komedi Gudang Merica Siap Tayang, Kisah Teror Mahasiswa Koas di Rumah Sakit

"Dengan adanya mayat itu di rumah sakit itu, mendatangkan banyak kejanggalan-kejanggalan," kata Fatih Unru.

2. Belajar praktek ilmu kedokteran

Sebagai bagian dari pendalaman karakter, Fatih Unru dan pemain lain digembleng secara khusus oleh tenaga medis profesional.

"Jadi kita sebelum mulai syuting ada tiga hari disediakan dari produksi untuk kita workshop sama seorang dokter," jelas anak Yayu Unru ini.

Fatih Unru, pemeran film Gudang Merica saat datang ke kantor Suara.com kawasan Pal Merah, Jakarta Barat pada Jumat, 24 April 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]

Dalam pelatihan singkat tersebut, para aktor diajari berbagai pengetahuan dasar penanganan gawat darurat dan prosedur medis.

"Terus cara pegang badan pasien itu juga ada cara-caranya, pasti itu dipelajari juga gitu," tuturnya.

Load More