- Cerita berfokus pada empat mahasiswa kedokteran yang menghadapi teror horor di rumah sakit setelah salah satu pasien mereka meninggal dunia saat praktik.
- Para aktor, termasuk Fatih Unru, menjalani workshop khusus selama tiga hari bersama dokter asli untuk mempelajari prosedur medis dasar dan penanganan pasien.
- Tim artistik menyulap sebuah panti jompo tua di kawasan Kaliurang menjadi set rumah sakit bergaya kolonial Belanda yang meyakinkan untuk mendukung suasana mencekam.
Suara.com - Industri perfilman Tanah Air siap diramaikan dengan kehadiran karya bergenre horor komedi, Gudang Merica. Film ini menghadirkan Ardhito Pramono, Arla Ailani, Fatih Unru, hingga Zulfa Maharani.
Secara garis besar, film Gudang Merica mengisahkan lika-liku kehidupan mahasiswa kedokteran yang tengah menjalani masa koas. Fokus cerita bermula saat Razi (Ardhito Pramono), Rindu (Arla Ailani), Adit (Fatih Unru), dan Tanti (Zulfa Maharani) ditugaskan untuk melakukan praktik di sebuah rumah sakit.
Kehidupan koas yang awalnya berjalan normal mendadak berubah menjadi petaka usai kematian salah seorang pasien. Situasi semakin mencekam ketika mereka tanpa sengaja mengusik ketenangan sebuah tempat misterius di dalam rumah sakit.
Berbagai kejanggalan demi kejanggalan yang tidak masuk akal mulai bermunculan satu per satu secara nyata. Rangkaian teror tersebut diawali oleh kemunculan suara-suara gaib tak bertuan hingga rentetan kasus menghilangnya orang secara misterius.
Fatih Unru bicara lebih detail soal peran mahasiswa kedokteran di film Gudang Merica. Seperti diantaranya riset hingga lokasi yang ternyata adalah sebuah panti jompo.
1. Awal mula nuansa horor di film Gudang Merica
Fatih Unru yang memerankan Adit, bercerita awal mula teror horor di film tersebut. Dimulai saat para mahasiswa tersebut salah langkah merawat pasien hingga dia meninggal dunia.
"Mereka masih belum menjadi dokter, masih koas, jadi mereka kesulitan menangani pasien sampai akhirnya pasiennya meninggal," kata Fatih Unru saat hadir ke kantor Suara.com pada Jumat, 24 April 2026.
Pasien tersebut ditempatkan sementara di kamar mayat untuk menunggu proses autopsi. Keberadaan jenazah tersebut menjadi awal dari segala kejadian aneh yang menimpa kelompok mahasiswa koas itu.
Baca Juga: Film Horor Komedi Gudang Merica Siap Tayang, Kisah Teror Mahasiswa Koas di Rumah Sakit
"Dengan adanya mayat itu di rumah sakit itu, mendatangkan banyak kejanggalan-kejanggalan," kata Fatih Unru.
2. Belajar praktek ilmu kedokteran
Sebagai bagian dari pendalaman karakter, Fatih Unru dan pemain lain digembleng secara khusus oleh tenaga medis profesional.
"Jadi kita sebelum mulai syuting ada tiga hari disediakan dari produksi untuk kita workshop sama seorang dokter," jelas anak Yayu Unru ini.
Dalam pelatihan singkat tersebut, para aktor diajari berbagai pengetahuan dasar penanganan gawat darurat dan prosedur medis.
"Terus cara pegang badan pasien itu juga ada cara-caranya, pasti itu dipelajari juga gitu," tuturnya.
Berita Terkait
-
Dukun Magang: Mengapa Horor Komedi Jadi Formula Paling 'Nagih' di Bioskop Indonesia?
-
Review Dukun Magang: Komedi Absurd yang Sukses Bikin Merinding Sekaligus Ngakak!
-
Bring it On, Ghost: Horor Komedi Kompleks yang Dieksekusi Seringan Awan
-
Misteri Kuntilanak Hitam di Film Horor Komedi 'Dukun Magang', Bikin Takut Tapi Ngakak
-
Dari Anak Jaksel ke Dunia Horor, Begini Cerita Fatih Unru | NGORBIT
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Suami Guru di Tanjungbalai Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Terancam 9 Tahun Penjara
-
Wakil Jaksa Agung Bantah Rotasi Pejabat Kejagung Buntut Kasus Febrie Adriansyah, Tapi Penyegaran
-
Desain KDMP Dinilai Melenceng, Berisiko Jadi Proyek Politik Pemerintah
-
Prancis Bak Neraka Bocor, 20 Ribu Warlok dan Turis Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan Ekstrem
-
Here We Go! Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Bertabur Bintang
-
Pembangunan Daerah Terus Berjalan, Dasco - Cucun Terima Dialog APKASI
-
KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
-
Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda
-
Teknologi Logistik AI Ubah Masa Depan E-Commerce Indonesia
-
Rakyat Tidak Keberatan Membayar Pajak, Asal Negara Tahu Cara Mengelolanya